Desa Pertama di Blitar yang Terapkan Salam Sak Jangkah, Desa Sanankulon Terus Berinovasi dalam Pelayanan Kependudukan

JATIMTIMES – Program Salam Sak Jangkah di Kabupaten Blitar yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) berjalan sukses. Program ini telah diterapkan di seluruh desa di wilayah Kabupaten Blitar. 

Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon menjadi desa pertama di Kabupaten Blitar yang menerapkan layanan kependudukan di tingkat desa melalui program Salam Sak Jangkah.

Program Salam Sak Jangkah di Kabupaten Blitar telah berjalan satu tahun. Lantas, setelah satu tahun berjalan seperti apa perjalanan program ini di Desa Sanankulon?. 

Kepala Desa Sanankulon,  Eko Triono mengatakan, sejak pertama kali diterapkan, program ini telah banyak memberikan manfaat untuk masyarakat Desa Sanankulon. “Salam Sak Jangkah adalah pelayanan kependudukan yang dekat, ora ragat (gratis). Program ini sangat bermanfaat dan Desa Sanankulon adalah desa pertama di Kabupaten Blitar yang menerapkan program ini,” kata Eko kepada JATIMTIMES, Senin (29/11/2021).

Meskipun manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, Eko menilai program Salam Sak Jangkah ini ke depan harus terus disisipi inovasi-inovasi baru. Inovasi baru dinilainya sangat dibutuhkan agar benar-benar cepat, dekat dan ora ragat.

Walaupun masih banyak yang perlu dibenahi terkait dengan respons dari pada petugas pengendali server (operator) yang ada di kantor Dispendukcapil. Karena lamanya respons akan menurunkan daripada kualitas pelayanan itu sendiri karena seharusnya pelayanan itu selain dekat dan ora ragat tentunya juga harus cepat ditengah berkembangnya teknologi saat ini.

“Seharusnya kecepatan juga menjadi perhatian karena TTE sudah diberlakukan yang berarti dalam prosesnya dokumen kependudukan itu bisa di proses secepat mungkin,” imbuhnya.

Eko menambahkan, dalam program Salam Sak Jangkah ini Pemerintah Desa Sanankulon gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hasilnya pun menggembirakan dimana masyarakat semakin sadar adminduk. Program Salam Sak Jangkah dalam perjalananya yang semakin baik itu dilanjutkan dengan program kependudukan Si Jaran Ijo dan Pak Saidi. Sama seperti Salam Sak Jangkah, dua program lanjutan ini juga berjalan cukup baik di Desa Sanankulon.

“Program Pak Saidi adalah program kependudukan untuk dua desa di Kabupaten Blitar. Masing-masing Desa Sanankulon dan Desa Rejowinangun. Pak Saidi adalah pengurusan Akta kelahiran, Akta Kematian, e-KTP dan KK Insyaalah sedino dadi,” papar kades muda lulusan Fisipol Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar.

Dalam menyukseskan program administrasi kependudukan, Pemerintah Desa Sanankulon melakukan beragam strategi. Diantaranya menugaskan satu petugas khusus yang menangani pengurusan dokumen kependudukan.

“Pengurusan dokumen kependudukan ini sebagian kewenangannya diserahkan ke desa. Dan kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan dekat cepat dan ora ragat,” tegasnya.

Lebih dalam Eko menyampaikan, inovasi dalam melaksanakan program administrasi kependudukan, baik itu Salam Sak Jangkah dan program lainya akan terus berlanjut. Pihaknya berencana ke depan pengurusan dokumen kependudukan bisa diurus sampai di tingkat RT.

“Direncanakan ke depan pengurusan dokumen bisa sampai pada tingkat RT. Untuk itu Desa Sanankulon berupaya memberikan support tersebut melalui fasilitas jaringan WI-FI yang akan terpasang di masing-masing rumah Ketua RT. Tetapi usulan tersebut masih menjadi pembahasan karena belum mendapat persetujuan sepenuhnya dari semua anggota BPD. Jika nanti jaringan WI-FI telah ada di setiap RT minimal akan mensuport program layanan adminduk cukup lewat pak RT,” pungkasnya.



Aunur Rofiq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Gelar Lomba Kreasi Memasak, Cara Kreatif Koperasi Srikandi Sejahtera Angkat Telur Blitar

INDONESIAONLINE – Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera menyelenggarakan lomba memasak olahan telur di…

Bupati Kediri Minta Pendidikan Pramuka Sebagai Ekstrakurikuler Wajib

INDONESIAONLINE  – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta pendidikan pramuka dijadikan sebagai…