Datangi Rumah Warga, Anggota DPRD Sampang Siap Kawal Proposal Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

JATIMTIMES – Mendengar kabar ada warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, dan belum mendapat bantuan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang  Imam Hambali bergerak cepat. Imam mendatangi Awi Anggara, warga Dusun Pesisir Timur, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

“Saya baru dengar hari Minggu kemarin, Alhamdulillah saya  baru bisa mengunjungi hari  ini, dan bisa turun langsung untuk melihat kondisi rumah dan sedikit memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga,” ungkap Imam Hambali Anggota DPRD fraksi Partai Nasdem kepada JatimTIMES, Selasa (7/12/2021).

Selain mengunjungi, Imam Hambali juga menyatakan akan mengawal proposal yang telah diajukan oleh pihak kecamatan ke dinas terkait agar segera realisasi. “Barusan semua sudah dipaparkan oleh Camat bahwa proposal pengajuan telah dikirim ke dinas, tinggal nanti saya akan tindaklanjuti ke dinas terkait dan saya berharap secepatnya bisa terealisasi,” pungkas Imam.

Dalam kunjungan itu, Imam didampingi  Camat Camplong Saffak, dan Kepala Desa Dharma Camplong, Mohammad Amin dan Tholip Sanjaya.

Kondisi rumah Awi Anggara memang sangat memprihatinkan. Rumahnya  hanya beratap. Rumahnya hanya memiliki satu ruang yang juga berfungsi sebagai ruang tamu. Satu ruangan tersebut dihuni oleh 3 orang yakni, Awi bersama istri dan seorang anak yang sudah duduk di bangku SMA di Sampang

Camat Camplong Saffak mengatakan rumah warga tersebut sudah dibuatkan proposal, dan sudah diajukan ke dinas terkait untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Untuk rumah Awi ini kami sudah buatkan proposal dan sudah diajukan ke Dinas terkait. Kami juga sudah menghubungi pusat untuk mencari bantuan Rutilahu dan juga sudah menghubungi BAZNAZ. Tapi karena Baznaz masih banyak yang ke Lumajang, jadi belum sempat ke sini,” ucap Saffak

Sementara itu Kepala Desa Dharma Camplong Mohammad Amin mengatakan bahwa sebenarnya ada program RTLH yang masuk ke desanya tapi tidak diambil.

“Sebenarnya program RTLH itu ada, cuman saya tidak berani mengajukan rumah p. Awi ini karena jenis bantuannya hanya berupa bahan dan saya berfikir kekurangannya mau diambilkan dari mana, kan malah menambah beban kepada p. Awi untuk mencari kekurangannya. Kan kasian juga,” kata Amin.

Saat di tanya terkait Bansos yang akan diberikan oleh kepala desa  kepada Awi, Amin mengatakan, “Insya Allah kami akan usahakan di Tahun 2022 untuk dimasukkan di Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa(DD), menurutnya BLT DD setiap tahunnya semakin banyak pengurangan,” ungkap Amin.



Abd Syukur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…