Jaranan Tril dari Kabupaten Blitar Raih Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda

JATIMTIMES– Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Blitar. Kabupaten yang terletak di sisi selatan Jawa Timur ini memperoleh Penghargaan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) dari Kemendikbud dan Ristekdikti RI. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan pada 7 Desember 2021 di Jakarta.

 Warisan budaya tak benda yang memperoleh penghargaan  adalah  kesenian Jaranan Tril sebagai produk budaya milik Kabupaten Blitar. Jaranan Tril adalah kesenian jaranan yang sangat lengkap. Selain ada jaranannya, kesenian ini juga dilengkapi dengan barongan dan celengan. Kesenian ini dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat Kabupaten Blitar.

Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kita untuk terus melestarikan seni dan budaya di Kabupaten Blitar,” kata Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, Kamis (9/12/2021).

Suhendro menambahkan dengan Penghargaan Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, maka Jaranan Tril telah diakui sebagai jaranan khas yang berasal dan merupakan milik dari Kabupaten Blitar.

“Dan ini merupakan suatu modal besar bagi kita untuk mengangkat industri pariwisata Kabupaten Blitar dari sisi budaya. Karena jaranan tril ini sudah mendapat sertifikat dan menjadi khasnya Kabupaten Blitar. Jaranan tril sebagai warisan budaya tak benda ini menjadi amunisi kita, kekuatan baru kita untuk branding wisata Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dengan ditetapkanya Jaranan Tril sebagai warisan budaya tak benda, maka saat ini Kabupaten Blitar telah memiliki empat warisan budaya tak benda. Sebelumnya Reog Bulkiyo, Larung Sesaji Pantai Tambakrejo dan Siraman Gong Kyai Pradah telah ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Memiliki empat warisan budaya tak benda membuktikan bahwa Kabupaten Blitar adalah daerah yang kaya dan maju di bidang kebudayaan.

“Jadi dalam masyarakat jawa ini kan banyak berkembang jaranan dengan berbagai coraknya, ada jaranan pegon, senterewe kuda lumping dan lain-lain. Secara kajian historis dan akademis, Jaranan Tril telah dapat dibuktikan merupakan miliknya Kabupaten Blitar,” tukas Suhendro.

 

Penghargaan Jaranan Tril sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) disambut secara antusias oleh pekerja seni di Kabupaten Blitar. Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso yang memuji kiprah pekerja seni khususnya seniman jaranan yang memiliki militansi tinggi dalam memajukan kesenian Jaranan Tril.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Blitar saya menyampaikan rasa bangga diraihnya penghargaan Jaranan Tril sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Semoga penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi kita untuk nguri-uri budaya dan memajukan Kabupaten Blitar,” pungkas Rahmat Santoso.(Adv/Kmf)



Aunur Rofiq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Tempat Baru Pusaka Kyai Upas Dinilai Tak Pantas, Keluarga Besar Majan Minta Dikembalikan

JATIMTIMES – Keberadaan tombak legendaris di Kabupaten Tulungagung, yakni Kyai Upas kini…