Awas, Mafia Barang Antik Gentayangan di Tulungagung, Begini Modusnya..

JATIMTIMES – Hati-hati dan waspada, modus kejahatan banyak terjadi di sekitar kita. Belum lama ini, pria berinisial BS (62) asal salah satu desa di Kecamatan Sumbergempol nyaris menjadi korban kejahatan orang yang mengaku dari Jakarta.

Saat ditemui di sebuah warung, BS yang tidak ingin identitasnya diketahui itu tiga bulan sebelumnya didatangi rombongan dengan naik mobil mewah.

“Mereka mengaku dari Jakarta, tau rumah saya katanya dari temannya,” kata kakek yang juga koleksi benda antik itu.

Kedatangan rombongan itu selain mengaku hanya silaturahmi, juga meninggalkan foto berupa keris.

“Mereka hanya bilang, jika tau ada keris seperti di foto itu saya diminta telpon ke nomor yang dicatat di kertas kecil,” ujarnya.

Setelah selesai ngobrol tamu BS pamit pulang dan meninggalkan uang di dalam amplop dan dilihat sebesar 500 ribu rupiah.

“Dia minta nomer saya, lalu ku berikan saja,” imbuhnya.

Selang dua bulan lebih, ia kembali menerima tamu namun bukan yang datang beberapa waktu sebelumnya.

“Ada tamu, bilang mau jual keris minta tolong saya. Karena keris yang dibawa mirip dengan foto tamu saya yang dulu, maka saya hubungi nomor orang Jakarta itu,” ucapnya.

Dari hasil pembicaraan, dari ujung telpon pria itu meminta agar dibeli saja meski harganya mahal.

“Saya tanya pemilik dihargai 50 juta, jelas saya tidak punya duit. Sedangkan dari Jakarta, siap mengganti dengan jumlah dua kali lipat,” ungkapnya.

Yakin dengan keuntungan yang bakal didapatkan, BS menjual dua ekor sapi dan minta waktu pembayaran beberapa hari.

“Setelah duit siap, saya hubungi pemilik keris untuk datang ke rumah,” jelasnya.

Sebelum pemilik keris datang, anak BS yang mendengar ayahnya mau beli keris datang dari rumahnya yang cukup jauh.

“Anak saya yang pertama datang, dia minta agar saya tidak membayar dulu keris itu,” cerita BS.

Setelah pemilik datang, keris yang dibawa dibungkus kain putih itu oleh anak saya dilihat. Awalnya, pemilik menolak namun karena tidak akan dibayar sebelum dibuka, akhirnya diizinkan melihat.

“Anak saya punya banyak koleksi keris, setelah dibuka tau bahwa keris itu hanya imitasi (palsu),” paparnya.

Kemarahan anak BS hampir tak bisa dibendung, tamu yang datang membawa keris bukan dapat uang tapi nyaris kena kursi yang sempat diangkat ke atas.

“Saya pisah, setelah ditanya baik-baik ternyata pemilik keris itu adalah orang yang disuruh tamu yang dulu datang dari Jakarta itu,” terangnya.

Setelah diusut, rombongan yang mengaku dari Jakarta berasal dari kabupaten sebelah, BS tak mau menyebut dengan vulgar.

“Itu semacam mafia, sering berulah tapi lolos dari petugas. Karena mengaku, saya belum jadi memberikan uang maka saya maafkan dan tidak saya laporkan polisi. Saya juga minta tidak menipu korban lain,” tambahnya.

Gerombolan penipu itu, ternyata mengetahui alamat rumah BS justru dari postingan anaknya di media sosial yang memang sering tukar pengetahuan tentang benda antik. 



Anang Basso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…