Hari Ibu dan Tantangan Perempuan di Masa Kekinian

JATIMTIMES – Setiap 22 Desember selalu diperingati Hari Ibu. Momen yang selalu ditunggu setiap tahunnya ini memang banyak diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif. Bukan sekadar seremonial, upaya memperingati Hari Ibu itu selalu memiliki harapan untuk lebih mengingatkan peran mulia sosok ibu. 

Terlebih di era 5.0, pengasuhan ibu dinilai memiliki peran yang tak kalah menantang. Era keterbukaan dan gadget yang seolah menjadi sahabat anak tentu harus disikapi secara bijak oleh seorang ibu.

Tantangan sosok ibu itupun menjadi bahasan renyah dalam perhelatan bertajuk ‘I TRY TO BE A GOOD MOM’. Event yang digelar oleh Oneng Sugiarta Entertainment ini menghadirkan tiga sosok inspiratif yang sukses menjalankan perannya sebagai ibu, juga publik figur.

Tiga sosok inspiratif ini adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji, dokter tangguh yang menjadi garda depan Satgas Covid NU dengan dua bukunya tentang pandemi dr. Syifa Mustika, dan musisi Gwen Priscilla ex personel Mahadewi yang memutuskan untuk menemani buah hati secara exclusive dan rehat dari dunia keartisan. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Widayati Sutiaji dalam kesempatan itu mengungkapkan, pola komunikasi yang baik untuk meningkatkan pendidikan karakter sangat penting dilakukan. Namun memang harus memiliki batasan, dan menyesuaikan dengan pola anak muda masa kini. “Keterbukaan tetap harus dibatasi, ikuti perkembangan anak-anak kita,” kata  Widayati Sutiaji, Rabu (21/12/2021).

Menurutnya, sosok ibu yang baik adalah ibu yang bisa memberikan kedamaian bagi putera dan putrinya. Selain itu juga harus menjadi panutan untuk anak-anak. Karena anak melihat dari kita. “Ibu harus menjadi ruang curhat, teman yang baik, beri kasih sayang kepada anak-anak,” terang  Widayati Sutiaji.

Senada, dokter tangguh yang menjadi garda depan Satgas Covid NU dr. Syifa Mustika berpendapat jika ibu terbaik adalah ibu yang bisa menerima apapun kondisi anaknya. Mampu menjadi tempat curhat dan mendengarkan anaknya. “Dan di dalam Islam juga disebut jika ibu adalah tempat di mana bisa belajar dan bertanya banyak hal,” ungkap Syifa Mustika.

Sosok ibu muda, Gwen Priscilla ex personel Mahadewi pun sependapat dengan dua sosok inspiratif tersebut. Menurutnya, menjadi ibu yang baik tidak cukup hanya mencintai keluarga dan anak saja, melainkan juga harus bisa mencintai diri sendiri. “Kalau saya sudah sayang sama diri sendiri, maka saya bisa menyayangi yang lain lebih lagi,” tutup Gwen Priscilla.

Sementara itu, dalam acara yang digelar dengan protokol kesehatan tersebut juga diwarnai dengan launching single berjudul ‘Sementara’ yang dibawakan oleh dr. Syifa Mustika. Single tersebut merupakan persembahan dr. Syifa untuk keluarga dan ibu-ibu hebat.

“Jadi single saya ini menceritakan bahwa dalam kehidupan itu kadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, ada sedih dan bahagia, namun dalam menyikapi itu semua kita tidak boleh terlalu berlebihan, karena semua hanya sementara,” terang dr. Syifa.

Pencipta lagu ‘Sementara’ Oneng Sugiarta menceritakan jika lagu yang ia tulis tersebut memang memiliki makna yang dalam. Lirik yang menyentuh itu pun terinspirasi dari salah satu ayat Al-Qur’an yang mengajarkan manusia untuk bersyukur dan berusaha.

“Saya mendengarkan hafalan Al-Qur’an anak saya, dan saat itu saya membaca maknanya dan sangat tersentuh. Dari ayat tersebut, lagu ini tercipta,” terang Oneng Sugiarta.



Pipit Anggraeni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Tempat Baru Pusaka Kyai Upas Dinilai Tak Pantas, Keluarga Besar Majan Minta Dikembalikan

JATIMTIMES – Keberadaan tombak legendaris di Kabupaten Tulungagung, yakni Kyai Upas kini…