Doa yang Dibaca Rasulullah SAW di  Pagi Hari, Hikmahnya Luar Biasa

JATIMTIMES – Doa adalah intisari ibadah dan senjata kaum mukmin. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya agar senantiasa untuk berdoa. 

Apabila masuk waktu pagi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan sebuah doa. Diriwayatkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah bahwa setiap pagi hari beliau senantiasa memanjatkan doa sebagai berikut. 

Doa singkat ini termasuk doa yang sangat berkah karena mencakup banyak hal.

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَرِزْقًا طَيِّبًا ، وَعَمَلا مُتَقَبَّلا 

“Allahumma Innii As Aluka ‘Ilman Nafi’an wa Rizqon Thoyyiban wa ‘Amalan Mutaqabbala.”

Artinya: 
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Lantas apa hikmah dari membaca doa ini?

1. ‘Ilman Nafi’an (ilmu yang manfaat). Dengan ilmu yang bermanfaat, kita bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga hal itu dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang saleh. 

Ilmu yang manfaat juga meninggikan derajat seseorang dan memudahkan seseorang memasuki surga-Nya Allah SWT. 

2. “Rizqon Thayyiban” (rezeki yang baik). Nabi tidak meminta rezeki yang banyak, namun ia meminta rezeki thayyib yang artinya mengandung keberkahan untuk kebaikan dunia dan akhirat. 

3. “Amalan Mutaqobbala” artinya amalan yang diterima. Para ulama mengatakan, seorang muslim hendaknya punya sikap khauf (rasa takut) dan Roja (berharap) kepada Allah SWT terkait amalannya. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin amalan seseorang bisa diterima oleh Allah SWT. Orang yang amalnya diterima akan mendapatkan ganjaran pahala dan ridho dari Allah. 

Selain doa di atas, Rasulullah juga mengajarkan doa di bawah ini pada waktu Subuh. Doa ini biasa dibaca Nabi dan keluarga beliau setelah menjalankan salat sunnah Qabliyah Subuh sebagaimana dinukil dari Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali. 

اَللَّهُمَ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِيْ بِهَا قَلْبِيْ وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِيْ وَتَلُمُّ بِهَا شَعْثِيْ وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِيْ تُصْلِحُ بِهَا دِيْنِيْ وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِيْ وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِيْ وَتُزَكِّيْ بِهَا عَمَلِيْ وتُبَيِّضْ بِهَا وَجْهِيْ وَتُلْهِمُنِيْ بِهَا رُشْدِيْ وَتَعْصِمُنِيْ بِهَا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ 

Artinya: 

“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadamu rahmat dari sisi-Mu yang dengannya Engkau menunjuki hatiku, mengumpulkan yang terserak dariku, memperbaiki apa yang kusut padaku, mengembalikan padaku kesenanganku, memperbaiki agamaku, menjaga batinku (dari sifat-sifat buruk dan menghiasinya dengan sifat-sifat baik), mengangkat lahiriahku (dengan amal yang baik), mensucikan amalku (dari hal-hal yang dapat merusaknya), memutihkan wajahku, mengilhamkan kepadaku petunjukku, dan menjagaku dari segala kejelekan.



Desi Kris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan Idul Adha 2022 Sore Ini

INDONESIAONLINE – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menentukan dilaksanakannya…

Dibunuh 70 Kali dan Tetap Hidup, Begini Kisah Nabi Jirjis yang Melawan Raja Kafir dan Meninggal Syahid

JATIMTIMES – Kisah Nabi Jirjis, sangatlah menarik. Sebab, ia pernah dibunuh oleh…