Umur Harapan Hidup Penduduk Kota Malang Alami Kenaikan, BPS: Capai 73,36 Tahun

JATIMTIMES – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis hasil survei 2021 terkait Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk. Di mana dari 880 ribu penduduk, hasil survei menyatakan UHH penduduk Kota Malang mencapai 73,36 tahun.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, jika dibandingkan dengan UHH penduduk di tahun 2020, pada tahun 2021 tercatat kenaikan mencapai 0,9 tahun. Pasalnya pada tahun 2020 tercatat UHH penduduk Kota Malang 73,27 tahun.

Jika dibandingkan dengan 10 tahun ke belakang, UHH penduduk Kota Malang mengalami kenaikan mencapai 1,11 tahun. “Pada tahun 2012 lalu, UHH penduduk Kota Malang masih berada di 72,25 tahun,” ungkap Erny, Selasa (28/12/2021).

Peningkatan jumlah UHH penduduk Kota Malang ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya yang utama yakni perbaikan kualitas kesehatan penduduk Kota Malang itu sendiri. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19, penduduk Kota Malang lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman.

Selain itu, hal tersebut juga didukung dengan peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit yang semakin baik di tengah pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Erny menuturkan, dengan meningkatnya UHH penduduk Kota Malang, hal ini juga dapat memengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang di tahun 2021.

Pihaknya menyebut, berdasarkan Survei BPS Kota Malang, tingkat IPM penduduk masuk dalan kategori yabg sangat tinggi yakni mencapai 82,04 persen. Di mana prosentase tersebut juga hampir sama dengan IPM Kota Surabaya yang mencapai 82,31 persen.

“Bisa di bilang Kota Malang terus mengalami kemajuan dalam berbagai bidang,” tutur Erny.

Sementara itu, peningkatan UHH penduduk Kota Malang di tahun 2021 yang mencapai 0,9 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020, juga dipengaruhi oleh peran serta dari Dinas Kesehatan Kota Malang yang konsen mengawasi gizi para penduduk dari pranikah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, pihaknya telah melakukan bimbingan dan pembinaan dalam hal kesehatan kepada para calon pengantin untuk dapat mengatur pola hidup yang sehat sebelum melangsungkan pernikahan hingga memasuki masa tua nantinya.

“Misalnya ibu hamil memeriksakan kehamilan minimal 6 kali, saat bayi lahir juga kami pantau kesehatannya,” ujar Husnul.

Kelahiran bayi dalam keadaan sehat tersebut, kata Husnul dapat menjadi salah satu indikator penentuan UHH, selain umur hidup penduduk dari kelahiran sampai meninggal dunia. Terlebih lagi pandemi Covid-19 juga turut memengaruhi pola hidup sehat yang dijalankan oleh penduduk Kota Malang.



Tubagus Achmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…