Terkendala di Pemasaran, Pelaku UMKM Sebut Bupati Bangkalan Hanya Pintar Janji 

JATIMTIMES – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Bangkalan sudah menghasilkan berbagai macam produk olahan makanan dan minuman hingga kerajinan yang berkualitas. 

Namun, hasil olahan pengusaha kecil itu nyaris kesulita di media atau sarana pemasarannya. Sebab, hingga saat ini kabupaten yang dikenal dengan julukan Kota Dzikir dan Sholawat ini belum memiliki sarana pusat oleh-oleh yang jelas. 

Belum lagi maraknya pasar modern yang hampir menjamah di seluruh persada Kabupaten Bangkalan. Sehingga pengusaha kecil semakin tiarap saking banyaknya pasar modern. 

Sebelumnya, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) dalam janji politiknya akan memasukkan produk UMKM di pasar modern. Artinya, 20 persen produk dalam pasar modern harus ada produk UMKM. Namun sampai saat ini, janji itu hanya tinggal janji tanpa adanya realisasi yang jelas. 

Keluhan itu diungkapkan oleh salah satu pelaku usaha UMKM di Kabupaten Bangkalan. Sampai saat ini dia menilai bupati hanya pintar berjanji, tanpa ada tindakan yang nyata untuk UMKM di Kabupaten Bangkalan. 

“Selama ini kalau kata saya, bupati memang tidak ngurusin UMKM dan hanya pintar berjanji. Padahal dalam janji politiknya, produk UMKM akan dimasukkan di pasar modern,” kata salah seorang pelaku UMKM di Bangkalan yang enggan disebutkan namanya, saat dihubungi BangkalanTIMES melalui saluran telefon, Kamis (30/12/2021). 

Bahkan dia mengaku bahwa produknya pernah di masukkan di salah satu pasar modern di Bangkalan, tapi tidak berumur panjang. Dan terbaru, bupati berjanji lagi akan dimasukkan lagi di pasar modern. Tapi sepertinya sampai saat ini belum ada apa‐apa. 

“Tapi, kalau mau masuk ke pasar modern, memang harus melalui tahapan-tahapan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi,” imbuh dia. 

Selain itu, dia mengaku bahwa selama ini, pihaknya bersama pelaku UMKM yang lain melalukan secara mandiri  pemasaran produknya. Sebab, Pemkab Bangkalan tidak tahu-menahu terhadap pelaku usaha kecil yang sedang ia geluti itu, khususnya dalam bidang sarana pemasaran produknya. 

“Sebetulnya, kami tidak mau minta banyak kepada Pemkab Bangkalan. Kami hanya minta sarana pemasaran saja, soal modal kita mau mudal sendiri, asalkan pemkab bisa membantu kami di bidang pemasaran. Insya Allah UMKM di Bangkalan akan berjalan,” tegas dia. 

Tidak hanya itu. Saat disinggung perihal sarana atau pusat oleh-oleh yang dikhususkan terhadap pengusaha UMKM, dia menuturkan bahwa sebenarnya pusat oleh-oleh itu ada, yakni sentra industri kecil menangah (IKM), yang berada di akses Jembatan Suramadu sisi Madura, tepatnya di Desa Baengas, Kecamatan Labang. 

Namun sayangnya, sejauh ini dia bersama UMKM yang lain tidak pernah dilibatkan dalam proses itu, bahkan sekarang di sana tidak jalan. “Makanya saya dan teman-teman saya cari jalan sendiri. Ada yang sampai ke luar kota juga, karena di sini ya kayak ini. Tidak ada sarana yang jelas khusus pelaku UMKM,” cetusnya. 

Menanggapi hal itu, Bupati Bangkalan Ra Latif mengatakan, terkait produk UMKM masuk ke pasar modern, memang sampai saat ini belum di-running. Tapi pihaknya akan mengusahakan lagi nanti setelah pandemi covid-19 ini berakhir. Sebab selama pandemi ini, semua pasar ritel dan pasar yang lainnya terdampak semua. 

“Kami akan usahkan itu, karena ibu Veronica ini berjanji akan mengakomudadi produk UMKM dari masyarakat Bangkalan,” kata bupati, usai menerima bantuan 5 unit motor sampah hasil donasi pelanggan Indomaret di Pendapa Agung Bangkalan. 

Sementara itu, Kepala Cabang Indomaret Gresik Veronica Gratiawati mengaku, jika hendak ingin memasukkan pruduk ke Indomaret, harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari sertifikat halalnya, kemasan dan rasa dari produk tersebut. 

“Baru setelah itu nanti akan ada MoU, Jadi, setelah itu nanti ada tim khusus yang akan menangi dan menjelaskan lebih detail terkait masuknya produk UMKM, mulai dari kriteria hingga pembayarannya nanti,” jelas Veronica usai bantuan 5 unit motor sampah hasil donasi pelanggan indomaret. 

Memang kata dia, indomaret sudah menyediakan tempat untuk produk UMKM. “Ada khusus memang di rak depan. Itu diperuntukkan khusus produk UMKM,” imbuhnya.



Imam Faikli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Harga Minyak Goreng Jadi 11.500 per Liter, Gubernur Khofifah Berharap Harga Ini sampai Konsumen Paling Akhir

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat di samping wali Kota Kediri. (foto:…

Tingkatkan Kolaborasi untuk Keberlanjutan, Ignasius Jonan: Peran Pemimpin Tangguh sebagai Agen Perubahan

JATIMTIMES – Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan tidak dilihat dari popularitas seseorang, peringkat,…