Rayakan Tahun Baru 2022, Warga di Tulungagung ini Buka Pasar Krempyeng

JATIMTIMES – Perayaan Tahun Baru, pada umumnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya konsumtif, namun warga di Tulungagung ini justru sebaliknya. Dalam menyemarakkan Tahun Baru 2022, warga lingkungan RT 03 RW 07 Kelurahan Kutoanyar Kecamatan/Kabupaten Tulungagung ini justru membuka pasar krempyeng (pasar tradisional/ dadakan).

Untuk menarik para pengunjung, pembukaan pasar krempyeng itu juga diisi dengan senam bersama yang peserta senamnya terdiri dari ibu-ibu dengan mengenakan kostum pakaian jadul (jaman dulu).

Ketua RT 03 RW 07, Kelurahan Kutoanyar, Supriyanto mengatakan, pasar krempyeng lingkungan yang dibuka, diberi nama pasar murah Jaga Niti (Jajanan Keluarga Nikmat Tiada Henti). Pasar murah Jaga Niti merupakan inisiatif dari ibu-ibu warga lingkungan setempat yang bertujuan untuk menambah pendapatan masyarakat.

Menurut Supriyanto, tujuan utama dari pasar murah itu, adalah memberikan nilai tambah pada warga Kelurahan Kutoanyar terutama para ibu-ibu. Selain itu, adanya potensi kuliner di Kelurahan Kutoanyar khususnya lingkungan yang dipimpinya itu diharapkan mampu mengangkat ekonomi kerakyatan dan menambah pendapat warga setempat.

“Yang menarik, usai senam para peserta senam maupun pengunjung dapat menikmati sajian berbagai jajanan masakan kuliner dengan harga ekonomis terjangkau,” kata pria yang akrab disapa BJ itu, Sabtu (1/1/2022).

BJ menjelaskan, kegiatan dalam rangka mengisi perayaan Tahun Baru 2022 di lingkungannya dikemas dengan tema Sambut Tahun Baru 2022 Satukan Tekad Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan dengan satu harapan dalam setiap kegiatan lingkungan memberi dampak pada peningkatan penghasilan atau ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini kita jadikan rutinitas, senam sehat dan pasar murah Jaga Niti ini kita buka setiap hari Minggu,” jelasnya.

Kegiatan senam dan pasar murah, kata BJ, adalah kegiatan satu rangkaian, yang mana senam sebagai media promosi sekaligus olahraga dan pasar murah sebagai upaya menambah pemasukan warga masyarakat.

Sebagai Ketua RT, BJ berharap, pasar krempyeng atau pasar tradisional yang dibukanya itu bisa lebih dikenal masyarakat luas, sehingga kesejahteraan masyarakat Kutoanyar khususnya lingkungan Dusun Dhandangan bisa lebih meningkat.

Untuk diketahui, pasar krempyeng adalah jenis pasar tradisional yang ada di Indonesia. Umumnya, pasar ini berada di pinggiran jalan raya maupun perkampungan. Tempat dan lokasinya juga sangat sederhana.

Kata krempyeng itu sendiri berarti cepat bubar, jadi arti dari pasar krempyeng adalah pasar yang cepat bubar.

Di Jawa Timur (Jatim) sendiri, pasar krempyeng kerap hadir dalam sejumlah momen, seperti Ramadan, Tahun Baru, sampai hajatan. Durasinya juga fleksibel, ada yang pagi, sore, hingga malam sekalipun. Bahkan, ada sejumlah pedagang yang menjajakan aneka dagangan, mulai dari makanan, sovenir, hingga busana. Biasanya, masyarakat lebih senang memburu beragam kuliner yang disuguhkan dalam pasar tradisional ini.



Muhamad Muhsin Sururi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Sensasi Olahan Cabai Terpedas di Dunia, Kedai di Kota Malang ini Sajikan Carolina Reaper

JATIMTIMES – Menyandang predikat sebagai salah satu cabai terpedas di dunia, nama…

Lodeh Rebung Blendrang, Nagih di Lidah Orang Tulungagung

INDONESIAONLINE - Tunas bambu yang masih muda atau dikenal dengan nama rebung…