Januari-Februari Cuaca Ekstrim Bakal Melanda Kota Batu, Warga Diimbau Waspada Bencana

JATIMTIMES – Sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) badai La Nina cuaca ekstrim bakal terjadi pada Januari-Februari mendatang. Karen itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengimbau kepada warga Kota Batu untuk waspada terhadap bencana di sekitar.

Mengingat 4 November 2021 silam bencana banjir bandang meluluhlantahkan Kecamatan Bumiaji. Kemudian pada tahun 2019 silam juga angin kencang meluluhlantahkan Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.

Apalagi Kota Batu memiliki potensi rawan bencana, sehingga harus diantisipasi. “Saat hujan deras yang perlu diwaspadai seperti tanah longsor, banjir,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.

BPBD Kota Batu mengimbau khususnya bagi warga yang berada di bantaran aliran sungai agar lebih waspada. Apalagi saat hujan deras lebih dari satu jam agar segera mengungsi di tempat yang aman.

Selain itu Di Kota Batu ada beberapa lokasi yang berpotensi terjadinya bencana mulai dari skala tinggi hingga bahaya. Potensi terjadinya bencana tanah lomgsor dengan skala tinggi rinciannya ada di Kelurahan Songgokerto dan Desa Pesanggrahan.

“Terutama di daerah Payung, Kelurahan Songgokerto melihat seringnya daerah tersebut rawan akan tanah longsor dan pohon tumbang sehingga diimbau kepada pengendara yang melintasi jalan tersebut agar lebih berhati-hati saat musim hujan,” imbau Agung.

Untuk skala sedang, ada di kawasan Desa Sumberejo, Desa Sidomulyo, dan Kelurahan Temas. Daerah itu berada di wilayah Kecamatan Batu. Potensi utama bencana tanah longsor ada di Desa Beji, Desa Junrejo, Desa Tlekung, Desa Mojorejo, Desa Pendem, Desa Torongrejo, dan Kelurahan Dadaprejo. Kawasan tersebut berada di Kecamatan Junrejo.

Yang paling berbahaya terjadi longsor adalah di Desa Giripurno, Desa Pandanrejo, Desa Sumber Brantas dan Desa Tulungrejo. Seluruhnya ada di Kecamatan Bumiaji. “Daerah rawan bencana di Kota Batu yang harus diwaspadai hampir menyeluruh di semua wilayah,” ujar Agung.

Menurut Agung, Kota Batu rawan tanah longsor lantaran faktor kontur tanah yang labil dan terletak di dataran tinggi. Kemudian mengantisipasi adanya bencana nantinya beberapa upaya yang harus dilakukannya seperti mempersiapkan kebutuhan dasar, penambahan personel, dan siaga 24 jam.

“Setidaknya meski tidak bisa dicegah dampak bencana yang ditimbulkan bisa diminimalisir,” tutup Agung, Senin (3/1/2022).



Irsya Richa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…