Honorer Kejaksaan Tulungagung Upahnya Jauh di Bawah UMR, Komisi III Minta Agar Ditingkatkan

JATIMTIMES – Megahnya gedung kantor Kejaksaan Negeri Tulungagung belum bisa dijadikan simbol kesejahteraan bagi pegawai di dalamnya, terlebih bagi pegawai honorer. Pasalnya, pegawai honorer kejaksaan upahnya masih di bawah UMR (Upah Minimum Regional). 

Kondisi itu membuat anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan meminta agar semua pegawai kejaksaan kesejahteraannya harus ditingkatkan. “Kita selalu lupa pegawai honorer kejaksaan itu upahnya jauh di bawah UMR, tapi gedungnya megah seperti ini,” kata Arteria usia kunjungan kerja di Kantor Kejaksaan Negeri Tulungagung, Senin (3/1/2022) kemarin.

Menurut Arteria, secara keseluruhan apa yang dikerjakan oleh Kejari Tulungagung sudah sangat baik, sehingga tidak ada catatan khusus. Namun, prestasi yang telah diraih saat ini harus dipertahankan.

Selain itu, lanjut Arteria, yang perlu menjadi perhatian adalah terkait dengan kesejahteraan semua pegawai kejaksaan, bukan hanya Kasinya saja yang diperhatikan. Karena dalam institusi kejaksaan ada yang namanya jaksa, tenaga tata usaha, dan ada honorer.

“Sudah ada pembicaraan bagaimana paska kunjungan kejaksaan ini. Tidak hanya penguatan sistem dan kelembagaan, tapi hak-hak dan kesejahteraan pada pegawai kejaksaan, baik itu ASN Jaksa maupun ASN non Jaksa itu bisa lebih ditinggatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulungagung Mujiarto mengatakan, sebagai pimpinan dirinya ingin membuat kantor institusinya itu menjadi bagus dan 2021 sudah mendapat hibah dari Pemkab Tulungagung. Karena gedung kantornya sudah bagus, Mujiarto ingin para anggota atau pegawai kejaksaan juga ikut bagus. Artinya, kesejahteraan para anggota akan menjadi perhatian.

“Sudah saya sampaikan ke Komisi III, bahwa kasi-kasi belum dapat rumah dinas. Sehingga saya mengusulkan kalau berkenan agar diusulkan kepada Bupati Tulungagung supaya dibuatkan rumah dinas,” kata Mujiarto.

Mujiarto berharap, apa yang menjadi usulannya itu bisa realisasi secepat mungkin, karena apa yang diusulkannya itu untuk kepentingan orang banyak. Dan rumah dinas yang diusulkan, sementara hanya untuk kasi-kasi dulu, dengan pertimbangan kekuatan anggaran Pemkab dan kondisi pandemi covid-19 yang belum selesai.



Muhamad Muhsin Sururi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Survei DSI: Elektabilitas Airlangga Teratas Ungguli Jenderal Andika dan Dudung, Dinilai Paling Berintegritas

INDONESIAONLINE – Hasil survei lembaga Dinamika Survei Indonesia (DSI) menyebut bahwa Menteri…

Dua Parpol Baru Bakal Daftar di Hari Pertama Peserta Pemilu 2024 Kota Batu

INDONESIAONLINE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah resmi mengumumkan pendaftaran partai…