10 Kampus Terbaik di Indonesia Versi 2 Situs Perangkingan Kampus

JATIMTIMES – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022 dijadwalkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) terlaksana Februari 2022. Nah untuk itu, para calon mahasiswa tentunya harus menentukan kampus yang tepat untuk melakukan studi. 

Perguruan tinggi yang berada pada 10 besar pemeringkatan dari dua situs perangkingan universitas di dunia, yakni Webometrics dan Unirank nampaknya bisa menjadi gambaran atau pertimbangan para calon mahasiswa memilih kampus yang tepat.

 

Dimulai dari 10 perguruan tinggi terbaik menurut situs pemeringkatan Webometrics  yang dipantau pada Senin (17/1/2021).

1. Universitas Indonesia (UI)
World Rank: 728
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
World Rank: 852
3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
World Rank: 1092
4. Institut Teknologi Sepuluh November 
World Rank: 1103
5. Universitas Brawijaya
World Rank: 1163
6. Universitas Airlangga
World Rank: 1272
7. Universitas Telkom
World Rank: 1417
8. Universitas Andalas 
World Rank: 1826
9. Universitas Bina Nusantara
World Rank: 1949
10. Institut Teknologi Bandung (ITB) 
World Rank: 2126

Kemudian, 10 perguruan tinggi terbaik menurut situs pemeringkatan Unirank  yang dilansir pada Senin (17/1/2022).

1. Universitas Gadjah Mada (UGM)
2. Universitas Indonesia (UI)
3. Universitas Brawijaya (UB) 
4. Universitas Airlangga (Unair)
5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
6. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
7. Institut Pertanian Bogor (IPB)
8. Universitas Diponegoro (Undip) 
9. Universitas Padjadjaran (Unpad)
10. Universitas Negeri Semarang (UNS).

Untuk diketahui, sistem pemeringkatan yang dilakukan, tentunya tidak serta merta, tetapi terdapat indikator-indikator yang menentukan dari peringkat sebuah universitas. Seperti Unirank, berdasarkan keterangan yang dikutip dari laman 4ICU, ada penjelasan soal aspek penilaian dan metode yang digunakan.

Tiga kriteria utama yang digunakan yakni, akreditasi kampus, di mana akreditasi dikeluarkan oleh badan akreditasi nasional atau daerah setempat. Kedua, perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan tingkat Strata 1 (sarjana) dan/atau Pascasarjana, baik tingkat Master (S2) atau Doktoral (S3).

Dan ketiga, perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan secara langsung dengan bertatap muka, atau lebih dikenal sebagai sistem tradisional, format pendidikan di kelas yang mempertemukan dosen dan mahasiswanya. Artinya, proses pembelajaran dilakukan secara offline.

Pemeringkatan dilakukan menggunakan uniRank University Ranking yang sudah terdaftar sebagai Global University Ranking oleh IREG Observatory on Academic Ranking and Excellence.

Sistem algoritma yang digunakan berdasarkan pada 5 website netral dan independen yang diekstraksi, yakni Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Reffering Domains, dan Majestic Trust Flow.

 

Sementara itu, Webometrics adalah pemeringkatan perguruan tinggi seluruh dunia, berdasarkan skor-skor publikasi yang terlihat di internet. Publikasi tersebut mulai dari konten web (jumlah halaman web dan file), visibilitas, dampak publikasi yang dibuktikan dengan banyaknya catatan referensi (link, catatan kaki, kutipan situs) yang berasal dari web universitas tersebut.

Dalam indikator pemeringkatan, terdapat 4 poin indikator.

1. Presence (Discontinued/Sudah Tidak dilanjutkan)

Webometrics Presence adalah indikator pemeringkatan dengan pola menghitung jumlah semua halaman web suatu perguruan tinggi yang terindex oleh search engine. Dalam hal ini menggunakan Google Search Engine. Tetapi pada pemeringkatan periode Juli 2021 indikator ini dinyatakan discontinued. Bobot 5 persen  tersebut kemudian diarahkan untuk indikator lainnya.
 
2. Visibility (Web Content Impact).

Indikator ini mempunyai bobot 50 persen. Indikator ini adalah penilaian berdasarkan jumlah link yang merujuk ke institusi perguruan tinggi, yang dianggap tidak berasal dari institusi itu sendiri. Yaitu yang berasal dari web lain, atau subnet/network lain. 

3. Transparency/Openness.

Indikator ini memiliki bobot 10 persen. Indikator ini merupakan penilaian berdasarkan jumlah kutipan profil publik. Dalam hal ini, lebih ke profil publik individu yang ada dalam institusi tersebut. Tool yang digunakan oleh tim adalah Google Scholar Profiles.

4. Excellence / Scholar (Makalah kutipan teratas).
Indikator ini memiliki bobot 40 persen. Ini merupakan penilaian jumlah makalah di antara 10 persen teratas yang paling banyak dikutip di 27 disiplin ilmu. Data yang diambil saat ini adalah periode 5 tahun, yaitu 2015-2019. Tool yang digunakan oleh tim penilai adalah Scimago. Scimago merupakan situs tool pemeringkatan jurnal online. 



Anggara Sudiongko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Penerima Beasiswa Banyu Urip 2022 Dilatih Kepemimpinan dan Karir

INDONESIAONLINE – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bermitra dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat…

Wali Murid SDN 1 Bungur Ceritakan Sosok Guru Terbaik di Sekolah: Tak Urus Soal Polemik Rebutan Kelas

INDONESIAONLINE – Seperti suasana sekolah lainnya, di SD Negeri Bungur 1, Kecamatan…