Pimpinan DPRD Lumajang Bergabung dengan Pendemo Tuntut Kasus Penendangan Sesajen di Gunung Semeru

JATIMTIMES – Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad Syaifudin bersama 3 orang Wakilnya yakni Bukasan, Oktafiani dan H. Akhmat  mendatangi kerumanan massa pendemo di halaman gedung DPRD Lumajang, Senin (17/01/22).

Unsur pimpinan DPRD Lumajang ini berbaur dengan para pendemo terkait kasus penendangan sesajen di area erupsi Gunung Semeru. (tuntutan pendemo bisa dibaca dibagian lain berita JatimTimes hari ini)  Mereka bahkan ikut duduk bersama di atas aspal panas di bawah terik matahari, saat pendemo melakukan ritual doa membakar dupa di atas sesaji. “Kami menghormati acara mereka,” ujar H. Akhmat.

Sikap para unsur pimpinan DPRD Lumajang ini mendapat apresiasi dari para pendemo dari Laskar Barisan Indonesia Menegakkan Kebenaran (Bineka) Lumajang, para pendemo tampak semakin tertib dan mengelu-elukan para pimpinan dewan ini. “Kami tidak perlu menurunkan ribuan orang, kami akan tertib hingga pulang nanti. Dengan sikap yang baik seperti ini Insya Allah Lumajang akan tetap kondusif,” ujar Mansoer Hidayat selaku koordinator Laskar Barisan Indonesia Menegakkan Kebenaran (Bineka)  Lumajang.

Selain berbaur dengan para pendemo, para unsur pimpinan dewan ini bergantian berorasi menjawab tuntutan para pendemo. Sebelum berorasi beberapa perwakilan pendemo secara simbolis menyerahkan sesajen dengan ugorampenya.

“Sebelum berorasi,  ini saya bagikan dupa kepada Pak Bukasan, selanjutnya Mbak Oktafiani dan berikutnya H. Akhmat,” ujar Ketua DPRD Lumajang Anang Akhmad  Syaifudin sambil membagikan dupa kepada tiga orang Wakil Ketua DPRD Lumajang. Anang sendiri menerima pembagian dupa dari koordinator Laskar Bineka, Mansoer  Hidayat.

Mengawali orasinya, Anang mengajak para pendemo bernyanyi, “ Kata Bung Karno, Inggris kita Linggis, Amerika disetrika, ayo bernyanyi bersama,” ujarnya sambil melantunkan lagu tersebut.

“Sang putra fajar, Bung Karno telah mempersatukan kita sebagai bangsa yang besar, Bangsa Indonesia, maka hari ini kewajiban kita sebagai generasi bangsa maka kalau Bung Karno mengusir penjajah dari bumi Indonesia, maka hari ini kewajiban kita sebagai generasi Bung Karno adalah mengusir intoleransi dari bumi Indonesia,” teriaknya.

“Merah Putih tidak boleh ternoda, Merah Putih harus tetap terjaga, Pancasila harus tetap terjaga, NKRI adalah harga mati. Oleh karena itu sahabat-sahabat semuanya, kami menerima dan bersepakat dengan semua tuntutan yang dilakukan oleh keluarga besar Bineka kali ini,” sambungnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Lumajang, Bukasan, Oktafiani dan H. Akhmat juga mengangungkapkan hal yang sama.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk menolak tuntutan saudara-saudari, karena ini adalah bagian dari upaya untuk mencipatakan Lumajang lebih kondusif,” ujar Bukasan.

“Kami dukung dan setuju agar pelaku diadili di Lumajang, supaya masyarakat Lumajang tahu dan bisa mengawal proses hukumnya,” lanjut Bukasan. 

Aksi demo yang dilakukan oleh Laskar Barisan Indonesia Menegakkan Kebenaran (Bineka) berakhir setelah ketua DPRD Lumajang berjanji mendukung tuntutan para pendemo dengan bukti hitam di atas putih. “Drafnya kami susun dulu dan nanti akan kami kirim ke Laskar  Bineka,” ujar  Anang.



Teguh Eko Januari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…