Pasca Kebakaran Pasar Bululawang, akankah Pedagang Diberi Bantuan Modal?

JATIMTIMES – Pasca terjadinya kebakaran pada Minggu (16/1/2022) dini hari lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana akan melakukan pembersihan Pasar Bululawang. Rencananya, pembersihan tersebut akan dilakukan pada Jumat (21/1/2022) mendatang. 

Pembersihan akan dilakukan di area-area yang hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Setidaknya, ada 51 kios milik 32 pedagang yang hangus dilalap si jago merah saat peristiwa itu terjadi. 

“Identifikasi Labfor (Laboratorium Forensik) sudah selesai. Dan sesuai petunjuknya Pak Asisten I, Pak Suwadji, besok Hari Jumat Insya Allah akan dilakukan pembersihan sisa-sisa puing-puingnya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Agung Purwanto melalui sambungan telepon.

Sembari melakukan pembersihan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) juga akan menegidentifikasi kerusakan-kerusakan yang diakibatkan peristiwa tersebut. Terutama untuk mengetahui kerugian bangunan dan perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan. “Jadi untuk mengidentifikasi, kerusakan ringan, sedang hingga berat. Sekaligus menghitung biaya (perbaikan, Red)-nya,” imbuh Agung. 

Berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini yang sudah mulai terinventarisir adalah kerugian yang dialami pedagang. Dari 32 pedagang yang 51 kiosnya hangus terbakar, pihaknya memperkirakan kerugian yang dialami pedagang ini sekitar Rp 5,5 miliar. 

“Tapi kalau untuk kerugian bangunan, nanti masih akan saya coba tanya ke cipta karya, gimana prosesnya. Kalau dari pedagang kan sudah ada data kerugiannya. Misalnya jual baju, berapa jumlahnya, dikalikan dengan berapa rupiah harganya, kan ketemu,” beber Agung. 

Ke 32 pedagang tersebut diketahui juga berjualan berbagai macam barang dagangan. Mulai dari mainan, pakaian, studio foto, aksesoris hingga beberapa hal lainnya. 

Di sisi lain Agung menjelaskan, hingga saat ini Pemkab Malang juga masih belum dapat memberikan kepastian terkait bantuan apa saja yang mungkin diberikan kepada pedagang-pedagang yang terdampak. Hanya saja yanh dipastikan, bantuan untuk perbaikan atau renovasi. 

“Kalau bantuan untuk pedagang saya kira, mungkin yang dibantu renovasinya saja. Kalau modalnya, kemungkinan jika berkenan dan memenuhi syarat, bisa saja difasilitasi disalurkan kepada pihak perbankan untuk diberi bantuan modal,” jelas Agung. 

Selain itu, untuk penyebab terjadi kebakaran, pihaknya juga masih belum mendapat laporan lebih lanjut dari pihak Labfor yang melakukan olah TKP. Sebab, saat ini masih dalam proses. 

“Tapi kan informasi dari masyarakat sementara ini kan ada percikan api dari sumber titik api, diduga masih diduga korsleting listrik. Nanti yang bisa menyimpulkan adalah labfor,” pungkas Agung.



Riski Wijaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…