Petrokimia Gresik bersama Pemerintah Selesaikan Masalah Sampah

JATIMTIMES – Komitmen PT Petrokimia Gresik mengelola kebersihan lingkungan bukan isapan jempol. Untuk menyelesaikan masalah sampah, petrokimia berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah.

Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu memberikan bantuan container sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menjelaskan, bantuan tersebut bentuk komitmen perusahaan meningkatkan pengelolaan sampah di Gresik.

Sebab, sampai saat ini sampah selalu menjadi isu bagi masyarakat perkotaan. Karena, semakin padat penduduk, sampah yang ditimbulkan juga semakin banyak.

Yusuf menyebutkan, Petrokimia Gresik telah meraih Propernas Emas yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dalam pengelolaan lingkungan.

“Ini menjadi motivasi perusahaan serta karyawan untuk meningkatkan standarisasi program di bidang lingkungan,” ungkapnya.

Bantuan tambahan container ini diharapkan dapat meningkatkan peranan aktif Petrokimia Gresik dalam pengelolaan dan penataan limbah padat non-B3 di wilayah Gresik.

Setiap container dapat menampung hingga 6 m3 atau meter kubik sampah dalam satu kali pengakutan. Adapun limbah non-B3 yang dimaksud sampah rumah tangga, potongan pohon, sampah daun, sampah organik maupun plastik..

Sementara itu, Kepal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Mokh. Najikh mengapresiasi kepedulian dan peran aktif Petrokimia Gresik dalam penataan sampah di wilayah Gresik.

Bantuan container tersebut akan memudahkan pengangkutan sampah serta pengelolaannya. Dengan demikian, dapat mengurangi permasalahan dalam pengelolaan sampah.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin, sehingga dapat mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Gresik dengan baik,” tandasnya. 

Diketahui, Petrokimia Gresik memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah. Sebelumnya, telah menjalankan kampanye “Cerdas Berplastik” yang merupakan upaya aktif perusahaan dalam menekan sampah plastik.

Frasa “cerdas berplastik” dipilih karena memang belum bisa sepenuhnya lepas dari plastik. Saat ini, plastik merupakan bahan pembungkus yang paling efisien dan murah. Tapi penggunaannya harus bijaksana.



Syaifuddin Anam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…