Cerita Kecil Ainun Najib, Putra Gresik yang Diminta Pulang Jokowi dari Singapura

JATIMTIMES – Nama Ainun Najib masih ramai jadi perbincangan di jagad maya. Itu setelah Presiden Joko Widodo meminta kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang ahli teknologi informasi (TI) itu pulang ke Indonesia dari Singapura.

Ainun Najib lahir di Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Dia putra dari pasangan suami istri (pasutri) KH Abdul Rozaq (66)  dan Rustinah (58).

Banyak cerita menarik yang bisa dikupas dari sosok Ainun Najib. Sejak kecil, Ainun Najib gemar membaca sampai mendapat julukan “kutu buku”. Dia tidak pernah berhenti membaca. Ke mana pun pergi, Najib selalu membawa buku.

Jika sudah tuntas membaca satu buku,  Ainun akan pindah ke buku yang lain. Materi buku-buku tersebut tidak pernah dilupakan. Ingatan Ainun sangat kuat.

Saking senangnya membaca buku, toko buku langganannya ikut senang. Soalnya, Ainun sering membeli buku. Baik buku pelajaran sekolah maupun buku bacaan lainnya.

“Sampai lemarinya tidak muat karena banyak sekali buku yang dibaca oleh anak saya,” kata ayah Ainun, KH Abdul Rozaq, keoada JatimTimes.com, Jumat (4/2/2022).

Abdul Rozaq menyebut, ada pengalaman menarik ketika putranya duduk di bangku madrasah ibtidaiyah (MI). Ainun yang seharusnya kelas 1 malah meminta masuk kelas 3 karena beralasan materi kelas 1 dan 2 sudah dikuasai.

“Tapi tidak diperbolehkan oleh gurunya waktu itu karena belum waktunya naik kelas,” ujar Abdul Rozaq.

Saat kecil, Ainun pendiam. Tidak pernah menyampaikan unek-unek maupun cita-citanya sampai  beranjak dewasa. Namun, Rozaq mendukung apa pun yang dilakukan Ainun selama itu positif.

Seperti hobi membaca, kegemaran Ainun terhadap barang elektronik memang berlangsung sejak kecil. Misalnya bermain playstation (PS).

Saat duduk di bangku  SMAN 5 Surabaya, Ainun pernah mengikuti lomba matematika mulai tingkat kota, provinsi, hingga tingkat nasional dan internasional. Karena selalu mendapat juara, Ainun  akhirnya dikirim ke Skotlandia mewakili Indonesia. “Kemudian mendapat bonus uang sekitar Rp 5 juta dan langsung digunakan beli komputer,” ungkap Rozaq.

Ketika tidak punya uang, Ainun selalu mencari info lomba atau olimpiade. Dia lalu ikut  dan selalu juara dalam setiap perlombaan. Banyak prestasi yang sudah didapatkan Ainun.

“Lucunya, saat saya kasih uang hasil bayaran PNS,  Ainun tidak mau. Maunya kalau hasil keringat saya sendiri dari pertanian,” imbuh Rozaq. 

Dalam dunia pendidikan sendiri, Ainun  tergolong siswa berprestasi. Pasalnya, sejak MI, SMP hingga SMA selalu ranking satu. Hingga akhirnya melanjutkan ke Universitas Teknologi Nanyang atau Nanyang Technological University (NTU) Singapura Jurusan Teknik Komputer.

“Semua berkat tirakatnya Mas AinunNajib yang sangat kuat. Sejak kecil tidak pernah berhenti belajar. Selalu istikamah salat malam dan menjalankan puasa Senin dan Kamis,” ungkap Rozaq.

Terkait keinginan Presiden Jokowi agar PBNU memanggil pulang Ainun,  Rozaq tidak bisa berkomentar banyak. Meski setiap hari menjalin komunikasi dengan Ainun, Rozaq tidak pernah membahas masalah tersebut.

“Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Mas Ainun. Sebagai orang tua, kami hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik,” kata Rozaq.

Ditambahkan, sudah dua tahun putranya belum pulang ke tanah air sejak pandemi covid-19 menyerang. Namun, pada tahun 2020 lalu dirinya sudah sempat berkunjung ke Singapura selama 3 bulan.

Sementara itu, Kepala Desa Klotok Suheri mengaku pasca-viralnya nama Ainun Najib di media maya, banyak orang yang datang ke rumah KH Abdul Rozaq, mulai kalangan masyarakat biasa hingga pejabat pemerintah.

“Iya, bapak-bapak pejabat muspika seperti Pak Camat dan Pak Danramil datang ke rumah Abah Rozak,” kata Suheri.

Menurut Suheri, Abdul Rozak dikenal sebagai kiai kampung. Orangnya sangat baik, ramah, dan suka membantu. 

Suheri juga merasa bangga karena putra terbaik Desa Klotok mengharumkan nama desa, Gresik, Jatim, bahkan Indonesia.

Diketahui, nama Ainun Najib muncul ketika Presiden Joko Widodo meminta kader muda NU itu pulang ke Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi di acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Harlah Ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022) lalu. Jokowi mengajak PBNU membawa pulang Ainun Najib dari Singapura.

“Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak. Beliau ini kerja di Singapura. Sudah lama, 7 tahun yang lalu. Ngerjain ini, semuanya, apa pun bisa. Namanya Mas Ainun Najib. Masih muda sekali. NU, tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi, kalau di sini harus bisa menggaji yang lebih gede daripada yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendiko (berbicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau,” kata Jokowi kala itu.



Syaifuddin Anam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Fakta Terbaru Warga Singosari Terindikasi Omicron, Ternyata Pegawai BRI Kota Malang

JATIMTIMES – Kasus adanya pasien Covid-19 varian baru Omicron di Kabupaten Malang…

Kasus Suspek PMK Ditemukan di Enam Kecamatan Kebupaten Blitar

INDONESIAONLINE – Masyarakat Kabupaten Blitar diimbau untuk mewaspadai penyakit mulut dan kuku…