Kisah Sunan Kalijaga yang Jarang Didengar, Pernah Kutuk 99 Santri Jadi Kera karena Tidak Melakukan Hal Ini

JATIMTIMES – Sunan Kalijaga, seorang tokoh Walisongo yang dikenal sebagai wali yang lekat dengan muslim di Pulau Jawa. Kala itu, Sunan Kalijaga mampu memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi dan budaya Jawa. 

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Ia lahir pada tahun 1450 masehi di Tuban, Majapahit, dan meninggal pada 1513 masehi di Kadilangu, Demak. 

Kendati demikian ada beberapa kisah Sunan Kalijaga yang jarang diketahui. Salah satunya yakni soal kisah awal mula keberadaan Petilasan Sunan Kalijaga dan Situs Taman Kera yang berlokasi di Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. 

Hal tersebut menjadi bukti bahwa Sunan Kalijaga turut menyebarkan Islam, lebih tepatnya di pesisir utara Pulau Jawa. Menurut legenda yang dikenal masyarakat, kera ekor panjang di Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga itu adalah wujud 99 santri yang dikutuk oleh Sunan Kalijaga.

Taman Kera Kalijaga adalah salah satu peninggalan Sunan Kalijaga semasa di Cirebon dalam misinya menyebarkan agama Islam bersama Sunan Gunung Jati. Kemudian, dalam situs Sunan Kalijaga itu ada sebuah masjid, 2 sumur tua, pasarean, hingga tempat Sunan Kalijaga bertapa.

Tempat tersebut selalu ramai dikunjungi para wisatawan untuk berwisata, berziarah, dan menghabiskan waktu di akhir pekan.

Dilansir melalui kanal YouTube Bujang Gotri, yang unik dari petilasan ini adalah para pengunjung bisa bercengkrama langsung dengan kera ekor panjang. Awal mula Petilasan Kera Sunan Kalijaga ini bermula dari sebuah cerita masyarakat saat sang sunan aktif menyebarkan agama Islam di Cirebon.

Keberadaan 99 ekor kera panjang di wilayah petilasan itu dipercaya adalah santri dari Sunan Kalijaga yang pada saat itu tidak menghiraukan perkataannya. Menurut legenda, kutukan 99 santri itu berawal pada hari Jumat beberapa saat sebelum Salat Jumat yang diwajibkan untuk para lelaki.

Sunan Kalijaga lantas melihat para santrinya itu justru asyik mencari ikan di tepian sungai. Sunan Kalijaga sempat menegur para santri untuk bergegas melaksanakan Salat Jumat.

Setelah mendengar perintah itu, para santri lalu keluar dari sungai untuk segera melaksanakan Salat Jumat. Akan tetapi hingga waktu Salat Jumat selesai, Sunan Kalijaga melihat para santri masih berada di sungai dan masih mencari ikan. 

Sunan Kalijaga pun menegur dan bertanya kepada santri alasan mereka tidak Salat Jumat. Para santri tidak bisa berkata-kata dan saat itu Sunan Kalijaga berkata jika lelaki yang tidak mengerjakan Salat Jumat wujudnya seperti kera. 

Dari perkataan itu ke 99 santri berubah menjadi kera ekor panjang. Tak sadar jika ucapannya berbuah kenyataan, Sunan Kalijaga lalu menugaskan para kera jelmaan santri itu untuk menjaga situs peninggalannya.

Menurut mitos yang berkembang 99 kera itu jumlahnya tidak berubah. Jika ada kera yang meninggal, selalu ada kera yang melahirkan sehingga tidak bertambah maupun mengurangi populasi kera di kawasan tersebut. 

Hingga saat ini kera yang ada di Petilasan Sunan Kalijaga dianggap liar dan menjadi daya tarik para wisatawan.



Desi Kris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kisah Perempuan Ketua Pasukan Janda Berhasil Bunuh Pemimpin Belanda dalam Duel Satu Lawan Satu

INDONESIAONLINE – Indonesia memiliki banyak pejuang saat menumpas para penjajah pada zaman…

Nyi Roro Kidul Disebut Ratu Pantai Selatan, Ini Yang Sebenarnya

JATIMTIMES – Sosok Nyi Roro Kidul yang biasanya kerap terdengar di kalangan…