Pimpin Pegadaian XII Surabaya, Mulyono Ingin Perusahaan Lebih Dekat dengan Anak Muda serta Inovatif

JATIMTIMES – Pucuk kepemimpinan PT Pegadaian XII Surabaya baru saja berpindah dari Supriyanto ke Mulyono Rekso. Ada harapan baru bagi perubahan ini. Mulyono ingin Pegadaian Surabaya lebih milenial dengan menyeimbangkan pekerjaan dan hobi.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi Januari lalu. Sebagai langkah awal Mulyono ingin menguatkan internal dan mengembangkan teknologi serta dinamika keuangan. Dia juga ingin pegawai Pegadaian menjalin hubungan  internal maupun eksternal. Selain itu, Pegadaian diharapkan mampu untuk membangun hubungan dengan industri.

“Pengembangan internal menjadi sangat penting. Pegawai Pegadaian harus mampu memahami perkembangan industri dan perkembangan IT (Teknologi). Mengikuti perkembangan ini butuh orang-orang lincah dan mencintai pekerjaannya,” ucap Mulyono.

Pengembangan eksternal juga akan dilakukan, hal ini dilakukan supaya ada keseimbangan yang terbangun pada diri pegawai. Untuk itu, ungkap Mulyono, dirinya akan mengakomodir hobi-hobi dari karyawan, mulai band, futsal, bola, mendaki gunung hingga offroad. Karyawan, lanjut dia, akan didorong untuk berkembang.

Mulyono tidak ingin Pegadaian hanya dikenal masyarakat saja. Namun, dirinya bertekad untuk mengenalkan produk-produk Pegadaian di tengah-tengah masyarakat. 

“Pegadaian itu tidak hanya sebagai pembiayaan gadai seperti yang selama ini dikenal. Tetapi, Pegadaian juga memiliki produk pembiayaan untuk usaha mikro, pembiayaan haji, kepemilikan logam mulia, dan pembiayaan pengadaan kendaraan baru maupun bekas,” paparnya.

Bukan hanya itu, Pimpinan Wilayah (Pinwil) PT Pegadaian XII Surabaya ini menegaskan, Pegadaian memiliki program investasi dalam bentuk pengadaan emas dengan tabungan emas, kemudian syariah dengan merubah investasi logam mulia.

Untuk mengenalkan produk-produk yang dimiliki Pegadaian, pria yang hobi olahraga ini meminta supaya orang-orang Pegadaian berinteraksi dengan masyarakat, baik dunia industri maupun pendidikan.

“Anak-anak sekolah bisa berinvestasi emas dalam bentuk tabungan emas. Untuk kalangan agama bisa mendapatkan porsi haji dengan memiliki 3,5 ram emas. Mereka bisa mendapatkan porsi haji,” tutur Mulyono.

Aplikasi PDS, papar dia, menjadi salah satu target untuk bisa dikenal di masyarakat. Pegawai Pegadaian harus datang ke kafe-kafe untuk mengenalkan aplikasi milik Pegadaian ini. “Anak-anak muda harus mengenal aplikasi ini, jangan hanya dijadikan simbol saja,” imbuh dia.



M. Bahrul Marzuki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Crazy Rich Pribumi Punya Harta Triliunan, Kini Asetnya Ludes dan Usahanya Bangkrut

INDONESIAONLINE – Tasripin Noersivin (1834-1919) merupakan konglomerat Pribumi asal Kota Semarang, Jawa…

Mengenal Bocah Tunanetra Penghafal Al-Quran yang Viral di Medsos

INDONESIAONLINE – Fahira Ayun Rachmatika Hajiani, bocah tunanetra berusia 9 tahun asal…