Polisi Bubarkan Aksi Ritual di Pantai Watu Ulo dari Nganjuk

INDONESIAONLINE – Aksi sekelompok orang yang mengadakan ritual kembali terlihat di pantai selatan atau tepatnya di Pantai Watu Ulo Ambulu Jember, ritual yang dihadiri puluhan orang itu terekam dalam sebuah video yang beredar di berbagai grup whatsapp. Belakangan diketahui, rombongan ritual tersebut berasal dari Nganjuk dan kegiatan ritual tersebut digelar pada Sabtu (16/2/2022) sore.

“Ya memang ada kelompok ritual di pantai Watu Ulo, kami memperingatkan mereka, tetapi mereka keras kepala, sebelumnya kami memanggil ketua kelompok dan diberi pengertian, tetapi mereka masih berteriak, jadi kami melaporkan keberadaan warga yang mengadakan ini. ritual ke Pak Kasat (polisi),” kata Ansori, seorang pedagang di Pantai Watu Ulo yang juga menjadi relawan penjaga pantai.

Ansori menjelaskan, kedatangan rombongan ini tiba di pantai Watu Ulo pada dini hari sebelum tengah hari. Awalnya mereka seperti turis biasa, namun begitu siang menjelang, sekitar 18 orang turun ke pantai dan terlihat seperti orang yang sedang melakukan ritual.

Sementara itu, Kapolres Ambulu AKP. Makruf saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa ada kegiatan ritual di pantai Watu Ulo yang dilakukan oleh sekelompok orang, beberapa penjaga pantai telah memperingatkan, dan beberapa melaporkannya ke polisi.

“Memang benar kejadiannya tadi siang, beberapa relawan penjaga pantai sudah memperingatkan dan melaporkannya kepada kami, sehingga kami segera memberangkatkan anggota kami untuk membubarkan aksi mereka,” kata Kapolres.

Kapolres menyayangkan aksi ritual tersebut, karena menurutnya, belakangan ini aktivitas ritual di pesisir selatan Jember menjadi perhatian masyarakat nasional, menyusul sebuah ritual yang menelan korban 11 nyawa.

“Relawan sudah kami tempatkan di sepanjang pantai laut selatan, selain itu kami juga memasang papan larangan untuk tidak mandi di laut, namun warga dan wisatawan masih sibuk mengadakan ritual,” sesal Kapolres.

Kapolres menghimbau kepada warga untuk mentaati himbauan yang diberikan oleh pihak penjaga pantai, dan jika tetap menggelar ritual, pihaknya tidak segan-segan menindak tegas para peserta ritual.

“Kami menghimbau kepada warga atau wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan untuk tidak mandi di laut terutama ritual dengan mandi di air laut, peringatan dari penjaga pantai harus diindahkan, jika tidak kami akan menindak tegas peserta ritual tersebut,” tutup Kapolres. .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Unduh PNG Logo Futsal Polos Keren untuk Tim Anda

Logo futsal keren (Foto: namatin.com) INDONESIAONLINE – Logo futsal keren dengan berbagai…

Akibat Kebakaran Tungku Masak, Rumah di Tulungagung ini Terbakar

INDONESIAONLINE Penyebab kebakaran yang terjadi di Dusun Ngemplaksari, RT 01 RW 02…