Buka MPLS, Bupati Bondowoso: Tak Boleh Ada Perpeloncoan 

INDONESIAONLINE – Memasuki tahun ajaran baru, para pelajar yang baru diterima di sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Bondowoso mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) serentak, Senin (18/7/2022) hingga tiga hari ke depan. 

Bupati Bondowoso Salwa Arifin membuka langsung kegiatan itu secara simbolis dengan pemukulan gong bersama Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sugiyono Eksantoso di SMP Negeri 1 Bondowoso. Ada 3.321 siswa yang ada di ratusan lembaga SMP negeri dan swasta se-kabupaten yang ikut serta secara virtual. 

Salwa Arifin mengatakan, pihaknya menekankan agar dalam MPLS ini tak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah saja. Melainkan, juga dibekali dengan kegiatan agamis dan mengingatkan protokol kesehatan. Terpenting lagi, tak boleh ada perpeloncoan dan perundungan dalam pelaksanaannya. 

“Jangan sampai ada perpeloncoan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Bondowoso Sugiyono Eksantoso mengatakan, MPLS merupakan kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah pada pelajar sekolah dasar yang baru memasuki sekolah menengah pertama. Yakni berusaha membuat mereka bisa beradaptasi dengan cepat. Apalagi, terdapat iklim yang berbeda saat menjadi murid SD dibanding saat ini. 

Karena itulah, dalam MPLS ini harus ditekankan pengenalan terhadap guru-guru dan para warga sekolah lainnya. Selain itu, juga dikenalkan sarana prasarana sekolah. 

“Di SD kan sifatnya klasikal. Gurunya kan cuma satu. Sekarang banyak guru, banyak materi dan itu harus ada penyesuaian,” tuturnya. 

Di lain sisi, pihaknya mengingatkan agar kakak kelas OSIS yang melakukan MPLS tidak memberi kegiatan yang tidak mendidik. Seperti push-up dan lain-lain. “Kita ingin menciptakan suasana yang menyenangkan. Seiring dengan pemberlakuan kurikulum merdeka. Bagaimana menciptakan suasana belajar yang membuat anak menjadi betah,” urainya. 

Disinggung tentang pemberlakuan kurikulum merdeka belajar serentak di tahun ajaran ini, Sugiyono menerangkan, di Bondowoso dilakukan di seluruh sekolah. Yang dalam realisasinya sendiri ada perbedaan dengan kurikulum sebelumnya. Salah satunya yaitu menggunakan konsep pendekatan Best Learning. Maksudnya, mendorong anak-anak bisa menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan kemampuan anak. 

“Gurunya sudah kita siapkan dengan berbagai kegiatan, sosialisasi, dan bimtek,” pungkasnya. 

You May Also Like

Gelar Lomba Kreasi Memasak, Cara Kreatif Koperasi Srikandi Sejahtera Angkat Telur Blitar

INDONESIAONLINE – Koperasi Srikandi Blitar Sejahtera menyelenggarakan lomba memasak olahan telur di…

Bupati Kediri Minta Pendidikan Pramuka Sebagai Ekstrakurikuler Wajib

INDONESIAONLINE  – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta pendidikan pramuka dijadikan sebagai…