Lewat Hospital Tour, RSI Unisma Kenalkan Rumah Sakit Sekaligus Edukasi Kesehatan Anak

INDONESIAONLINE – Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma mempunyai kegiatan rutin Hospital Tour. Kegiatan ini untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat, khususnya para pelajar,  perihal pelayanan rumah sakit dan  pengetahuan tentang kesehatan.

Ns Agung E. Rahmawan SKep, manajer Pelayanan Hukum, Humas dan Pemasaran RSI Unisma, menyampaikan, kegiatan ini diagendakan secara berkala. Setahun, dua sampai tiga kali dilaksanakan.

1

“Dengan target peserta 100 anak. Dimulai dengan 50 anak dengan tetap melakukan prokes (protokol kesehatan) dengan ketat,” jelas Agung.

Seperti halnya  hari ini, (4/8/2022), 45 siswa dari Sekolah TA Dewi Sartika Kota Malang mengikuti hospital visit. Para siswa mendapatkan materi terkait kesehatan gigi dari dokter spesialis kesehatan gigi anak dr drg Dian Lupita Sari Sp KGA dan  tim PPI RSI Unisma Ns Vina Nur P. SKep yang memberikan materi mengenai tata cara mencuci tangan yang benar.

“Target edukasi kegiaan ini adalah kesehatan gigi pada anak. Tadi juga mengunjungi poli gigi. Anak dikenalkan bagaimana menjaga Kesehatan gigi dan ditunjukkan kegiatan perawatan dan alat gigi,” ungkapnya.

2

RSI Unisma berharap, hospital visit ini dapat menambah pengetahuan para siswa, khususnya tentang bagaimana merawat gigi yang baik. Sebab, edukasi kesehatan gigi sejak usia dini akan memberikan kebiasaan terhadap anak untuk selalu menjaga kesehatan gigi. Tentu imbasnya, kesehatan gigi akan terjaga sehingga terhindar dari gangguan kesehatan gigi.

“Hospital bisit ini  juga dapat memberikan pemahaman kepada anak bahwa rumah sakit bukanlah tempat yang menakutkan, tetapi juga bisa menyenangkan,” ungkap Agung.

Sementara itu, Elwiya Madu Ratna, kepala Sekolah TA Dewi Sartika, menambahkan, hospital visit ini merupakan hal yang bagus untuk dilakukan. Kegiatan ini semakin memotivasi anak untuk menjag kesehatan giginya. Kesehatan gigi yang terjaga tentunya juga menunjang kelancaran dalam pembelajaran.

3

“Saya sangat terkesan karena adanya kegiatan ini. Anak-anak banyak tentang kesehatan dan tidak takut ke rumah sakit. Malau hanya teori saja di kelas, jadi kurang. Kalau terjun langsung, kan lebih mudah dipahami. Otomatis juga cara penyampaian juga beda,” katanya.

 

You May Also Like

11.779 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Malang Tunggu Vaksinasi Dosis Booster Kedua

INDONESIAONLINE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) masih terus…

Warga Kota Kediri 50 ke Atas Mulai Dapat Jatah Vaksin Booster

JATIMTIMES – Pemandangan tak biasa, tampak di lobby RSUD Kilisuci Kota Kediri,…