Beranda

5 Daerah di Jatim Ini Dilanda Suhu Terdingin saat Fenomena Bediding

Fenomena munculnya saljun di lautan pasir Bromo akibat suhu dingin. (tiktok)

INDONESIAONLINE – Suhu udara dingin atau fenomena bediding mulai dirasakan di berbagai wilayah Jawa Timur. Memasuki puncak musim kemarau, suhu udara pada malam hingga dini hari turun cukup drastis, terutama di kawasan dataran tinggi.

Dilansir dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Iklim Jatim, kawasan Gunung Bromo menjadi lokasi dengan suhu terendah. Pada pengamatan awal, suhu minimum di wilayah tersebut mencapai 9,5 derajat Celcius, bahkan pada pembaruan data periode 30 Juni-1 Juli 2026 kembali turun hingga 8,2 derajat Celcius.

BMKG memperkirakan kondisi udara dingin ini masih akan berlangsung hingga sekitar Agustus 2026 bersamaan dengan dominasi musim kemarau di Jawa Timur.

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding terjadi karena langit pada musim kemarau cenderung cerah dengan tutupan awan yang minim. Kondisi tersebut membuat panas yang tersimpan di permukaan Bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara turun lebih signifikan.

Sebaliknya, pada siang hari, cuaca justru terasa lebih terik. Suhu maksimum di sejumlah wilayah diperkirakan berkisar 33-35 derajat Celcius dan di beberapa daerah dapat menyentuh 36 derajat Celcius. Perbedaan suhu yang cukup lebar antara siang dan malam inilah yang menjadi ciri khas fenomena bediding.

Berdasarkan hasil pengamatan stasiun meteorologi, Automatic Weather Station (AWS), dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) periode 30 Juni 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, berikut adalah daftar top 5 daerah terdingin di Jawa Timur:

​1. AWS Bromo, Probolinggo: 8,2°C

2. Lanud Abd Saleh, Malang: 12,4°C

3. Stageof Pasuruan (Tretes): 12,6°C

4. AWS Kota Batu: 13,8°C

5. AWS Karangan, Trenggalek: 14,7°C

BMKG juga menjelaskan tidak semua kabupaten dapat ditampilkan dalam data tersebut. Beberapa lokasi belum mengirimkan data karena perangkat pemantauan sedang menjalani perawatan atau wilayah tersebut belum memiliki fasilitas AWS.

Masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu dingin. Diimbau untuk mengenakan pakaian hangat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap nyaman dan sehat selama fenomena bediding berlangsung. (bn/hel)

Exit mobile version