Beranda

AS Kembali Gempur Iran, Fasilitas Militer hingga Bandar Abbas Jadi Sasaran

Ilustrasi perang Iran versus Amerika Serikat. (41nbc)

INDONESIAONLINE – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran dalam gelombang terbaru yang menyasar sejumlah fasilitas militer. Operasi tersebut diklaim ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan CNN dan Al Jazeera, Kamis (16/7/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi gelombang kedua diluncurkan pada pukul 15.00 waktu timur Amerika Serikat (ET). Melalui pernyataan resminya, CENTCOM menjelaskan bahwa sasaran serangan adalah fasilitas militer Iran yang disebut digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas bebas di Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional yang memiliki peran vital bagi perdagangan dunia.

CENTCOM juga menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban Iran atas perintah panglima tertinggi AS.

Sementara itu, kantor berita Iran, Mehr, melaporkan sejumlah ledakan terjadi di berbagai wilayah. Suara ledakan terdengar di Kota Ahvaz yang berada di dekat perbatasan Iran-Irak. Wilayah tersebut diketahui telah beberapa kali menjadi target serangan AS sejak konflik kembali memanas pada bulan ini.

Ledakan juga dilaporkan mengguncang Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas Angkatan Laut di kota tersebut. Menara itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk mendukung keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Selain Ahvaz dan Chabahar, ledakan turut dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Menurut Mehr, sejumlah proyektil AS menghantam lokasi yang berada di sekitar kota tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Iran telah merespons gelombang serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat dengan menegaskan belum memiliki rencana untuk kembali berunding dengan Washington.

Mengutip CNN dan Al Jazeera, Rabu (15/7/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pemerintah Iran saat ini memusatkan perhatian pada upaya mempertahankan negara menyusul serangan yang menghantam Teheran. “Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara,” ujar Baghaei.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi kesepakatan apa pun apabila Amerika Serikat tidak memenuhi kewajibannya. Menurut Baghaei, Washington telah mengabaikan pelaksanaan gencatan senjata sejak awal.

“Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut,” tandas Baghaei. (rds/hel)

 

Exit mobile version