Layanan digital marak, jumlah kantor bank menyusut hampir 1.000 kantor dalam setahun

by -19 views
Layanan digital marak, jumlah kantor bank menyusut hampir 1.000 kantor dalam setahun

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Khomarul Hidayat

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Berkembangnya layanan digital untuk kebutuhan transaksi keuangan membuat bank mengurangi jumlah kantor fisiknya. Bank lebih memilih mengoptimalkan fitur digital daripada menambah jumlah kantor cabang.

Tren ini sebenarnya sudah berlangsung lama, namun semakin dipercepat saat pandemi Covid-19. Hal tersebut tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2021 yang mencatat jumlah kantor perbankan sebanyak 30.128.

Jumlah ini turun hampir 1.000 kantor dari posisi Januari 2020 yang sebanyak 31.125 kantor atau menyusut sebanyak 997 kantor. Beberapa bankir yang dihubungi Kontan.co.id juga setuju dengan tren penutupan kantor cabang.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya, tahun ini berencana menutup 29 kantor cabang. Meski begitu, Direktur Distribusi dan Pendanaan Ritel BTN Jasmin mengatakan, BTN juga berencana membuka 28 kantor pada tahun ini.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia mempersatukan penyelenggaraan sistem pelayanan di Kawasan Timur Indonesia

Selain itu, BTN berencana meningkatkan 32 kantor cabang dan merelokasi 44 kantor. Hal ini mengindikasikan bahwa jumlah kantor cabang Bank BTN sebenarnya tidak banyak mengalami penurunan.

Baca:  Klaim asuransi pasien Covid-19 capai Rp 661,46 miliar hingga Oktober 2020

Sedangkan hingga akhir Maret 2021 Bank BTN memiliki 3.674 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertimbangan penutupan antara lain pengalihan transaksi nasabah ke digital atau e-channel. Kami fokus pada peningkatan produktivitas kantor yang ada, ”ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (8/4).

Namun di luar itu, kata Jasmin, BTN akan terus memperkuat layanan perkantoran. Salah satunya dengan menggandeng PT Pos Indonesia (Persero). Melalui cabang Kantor Pos, calon nasabah dapat membuka rekening tabungan BTN bertajuk Tabungan Batara Pos. “Jadi, Bank BTN tidak perlu menyewa kantor yang mahal. Biaya tersebut kami bagi dengan PT Pos,” kata Jasmin.

Hingga akhir Maret 2021, Kantor Pos yang terhubung dengan sistem operasional Bank BTN atau yang dikenal dengan Kantor Pos Online telah berjumlah 2.922 kantor. Hingga akhir tahun ini, bank spesialis kredit properti ini akan bersinergi sekitar 906 Kantor Pos.

Baca:  GIC genggam 8,08% saham Bank Jago (ARTO), porsi Gojek juga naik jadi 21,4%

Bank BTN juga akan menambah layanan di Kantor Pos Online, mulai dari pembukaan rekening hingga pengajuan kredit. “Para pensiunan yang dilayani oleh PT Pos akan mendapatkan beberapa keuntungan juga. Mulai dari simpan pinjam pensiun,” kata Jasmin.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengatakan tahun ini pihaknya berencana menutup sebanyak 35 kantor. Meski begitu, Direktur Jaringan dan Layanan BNI Ronny Vennir mengatakan BNI masih berencana membuka 7 kantor pada tahun ini. “Rencana pembukaan kantor akan dilakukan secara selektif atas dasar kerjasama kelembagaan dan memanfaatkan peluang bisnis yang potensial,” jelasnya.

Alasan Bank BNI menutup beberapa kantor cabang karena merupakan rencana yang sudah dibuat sejak lama yaitu mengurangi fisik kantor dan memperkuat layanan digital. Kedepannya, bank berlogo 46 ini tentunya akan semakin memperkuat jaringan digital ke e-channel perusahaan sesuai kebutuhan nasabah.

Hingga akhir Maret 2021, Bank BNI telah mencatat total 1.889 kantor yang tersebar di Tanah Air.

Baca:  KoinWorks buka akses kerja sama dengan platform B2B e-commerce

Sementara itu, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem mengatakan, masih ada layanan keuangan oleh bank yang belum bisa tergantikan secara digital, seperti pinjaman besar. Untuk itu, kedepannya Bank BCA akan terus mengevaluasi kebutuhan masyarakat terkait kantor cabang BCA.

Sebagai informasi, pada akhir Desember 2020, BCA melayani 25 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 32 juta transaksi setiap hari, didukung oleh 1.248 kantor cabang, 17.623 ATM, serta layanan internet & mobile banking serta contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. “Di tengah pandemi, BCA mendorong nasabah untuk menggunakan layanan digital, yakni melalui internet dan mobile banking,” kata Santoso.



Komentar