Outstanding pembiayaan BSI Hasanah Card mencapai Rp 354 miliar per Maret 2021

by -24 views
Outstanding pembiayaan BSI Hasanah Card mencapai Rp 354 miliar per Maret 2021

ILUSTRASI. Posisi pembiayaan BSI Hasanah Card mencapai Rp 354 miliar per Maret 2021.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Minat masyarakat terhadap layanan kartu pembiayaan saat ini cukup tinggi. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat jumlah kartu yang beredar hingga Maret 2021 mencapai lebih dari 370.000 kartu.

Adapun outstanding pembiayaan BSI Hasanah Card mencapai Rp 354 miliar. Transaksi tertinggi ada pada kategori merchant groceries, e-commerce, department store, elektronik & gadget, dan lembaga keuangan.

BSI terus mendukung penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital. Salah satunya melalui produk BSI Hasanah Card yang bermitra dengan e-commerce Bukalapak.

Dukungan ini diharapkan dapat menumbuhkan daya beli dan minat masyarakat terhadap produk UMKM Indonesia melalui program Proud Indonesian Made. Kartu BSI Hasanah sebagai kartu pembiayaan dapat digunakan sebagai fasilitas keuangan cerdas bagi para milenial dan pelaku usaha UMKM.

Baca:  Perbankan akan lebih selektif menyalurkan KPR tanpa uang muka

“Hadirnya BSI Hasanah Card diharapkan dapat menjadi mitra wirausaha untuk mengelola keuangan secara cermat, tepat, digital dan sesuai syariah. Hal ini kami hadirkan melalui layanan perencanaan keuangan dan fitur-fitur yang melengkapi kebutuhan para pelaku usaha,” ujar Kepala Bidang. Kelompok Usaha Kartu Bank Syariah Indonesia, Rima Dwi Permatasari dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4).

Baca juga: Penggabungan Selesai, Ini Strategi Bank Syariah Indonesia (BSI) di 2021

Dukungan yang sama untuk mempercepat penjualan produk UMKM secara online juga disampaikan oleh Community Development Lead Bukalapak Jodi Salahudin Akbar. Menurut Jodi, Bukalapak menyambut baik sinergi semua pihak untuk bekerja sama membangun industri UMKM di Indonesia melalui platform digital.

“Kami berharap kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia menjadi langkah yang tepat untuk bersama-sama menghidupkan kembali perekonomian UMKM dengan prinsip syariah. Bukalapak telah berdiri selama 10 tahun dan memiliki 5,5 juta pedagang, 3,3 juta kios dan agen yang tersebar di 142 kota sebagai pelapak. komunitas, “kata Jodi.

Baca:  Permintaan kredit konsumsi melaju lebih kencang ketimbang kredit produktif

Sebagai bentuk kerjasama ini, BSI menawarkan promo spesial Ramadhan BSI Hasanah Card X Bukalapak yaitu diskon hingga Rp 50.000 dengan minimal transaksi Rp 150.000 untuk produk UMKM Bangga Bangga Indonesia. Program ini berlaku mulai 14 April hingga 30 April 2021.

BSI Hasanah Card juga menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelaku UMKM yaitu sebagai dana darurat ketika keadaan tidak mendukung pembayaran tunai, bekerjasama dengan Mastercard sehingga dapat digunakan di seluruh dunia.

Selain itu, fitur Smart Spending dapat mengubah transaksi menjadi cicilan hingga 24 bulan. Pengguna BSI Hasanah Card juga dapat mengalokasikan dana awalnya untuk membayar tagihan keperluan lain, sehingga arus kas lebih aman.

Dengan adanya tanggal billing / tanggal cetak tagihan dan duedate / due date, pengguna BSI Hasanah Card juga dapat mengontrol pengeluaran dan memanfaatkan sumber dana dari kartu untuk keperluan operasional bisnis.

Baca:  Pengembangan bank digital di Indonesia akan ada dua jenis, ini penjelasannya

Sedangkan masyarakat yang ingin berdonasi secara rutin dapat memanfaatkan fitur Shadaqah Cerdas, mulai dari Rp 50 ribu bisa berdonasi dan disalurkan ke LASIZ diantaranya BAZNAS, ACT, Rumah Zakat, dan Dompet Dhuafa.

Dalam kesempatan webinar tersebut, Bank Syariah Indonesia juga memberikan edukasi kepada para milenial dan pelaku bisnis UMKM tentang bagaimana BSI Hasanah Card dapat memfasilitasi pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah. Langkah ini diambil sebagai bukti bahwa syariah sebagai gaya hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup milenial, termasuk bagaimana mengelola keuangan dengan baik sesuai syariah.



Komentar