Pensiunan BUMN tolak skema restrukturisasi Jiwasraya

by -49 views
Pensiunan BUMN tolak skema restrukturisasi Jiwasraya

ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Jiwasraya Insurance, Jakarta. KONTAN / Francis Simbolon

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Penolakan skema restrukturisasi Jiwasraya terus berdatangan. Tak tanggung-tanggung, penolakan kali ini datang dari para pensiunan di 12 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Mereka berasal dari perusahaan seperti Garuda Indonesia, Pupuk Kaltim, Petro Kimia Gresik, Teknik Industri, Bukit Asam, Garuda Maintanance Facility, Gapura Angkasa, Timah, Asuransi Kesehatan, Surveyor Indonesia dan Sucofindo.

Alasan penolakan tersebut karena mereka tidak menerima usulan skema restrukturisasi yang mensyaratkan top up dan pemotongan manfaat. Misalnya pensiunan Garuda Indonesia harus melakukan top up senilai Rp. 1,8 triliun dengan diskon manfaat rata-rata 69,3% – 73%.

“Tentu kami tidak bisa menerima usulan restrukturisasi karena sumber masalahnya ada pada Jiwasraya, bukan peserta program anuitas. Tapi semuanya ditanggung nasabah, padahal kami tidak melakukan kesalahan,” kata Ketua Umum Jiwasraya. Forum Pensiunan Badan Usaha Milik Negara, Syahrul Tahir, Selasa (20/4).

Sialnya lagi, dia mengatakan pelanggan diintimidasi jika menolak skema restrukturisasi. Mereka juga diancam tidak bisa mendapatkan manfaat nilai tunai per bulan di bulan Juni.

Baca:  OJK cabut izin usaha Swadharma Nusantara

“Setelah Mei, keuntungannya akan dipotong. Kalau tidak mau restrukturisasi, Anda tidak bisa membayar sepeser pun. Jiwasraya juga tidak memberikan kepastian kapan harus membayar,” sesalnya.

Baca juga: Tim akselerasi restrukturisasi Jiwasraya terus memaksimalkan restrukturisasi

Selain merugikan nasabah, restrukturisasi juga dinilai melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun pasal 25 ayat 2. Kemudian melanggar UU Nomor 4 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional pasal 39 ayat 2.

“Jiwasraya juga telah melanggar perjanjian kerja sama. Dimana dalam perjanjian itu, jika perusahaan akan melakukan revisi harus diberitahukan enam bulan sebelumnya. Tapi ini baru berjalan tiga bulan, lalu sudah masuk dalam kesepakatan, “jelasnya.

Hingga saat ini, 2.816 pensiunan Garuda Indonesia telah menolak opsi restrukturisasi. Ia bahkan menyebut Jiwasraya telah mengelabui publik dengan mengatakan bahwa pensiunan Garuda telah menerima opsi tersebut.

Sementara itu, menanggapi tudingan pensiunan BUMN, Juru Bicara Koordinasi Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso, mengungkapkan pola restrukturisasi sudah dijelaskan kepada seluruh pemegang polis, khususnya para pensiunan.

Baca:  Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia sebut sudah ada pengajuan klaim banjir

Melalui pola restrukturisasi ini, terjadi penyesuaian suku bunga produk yang lebih tinggi yaitu mencapai 14% per net sehingga turun dari 6% menjadi 3% dalam 20 tahun. Skema ini diterapkan secara merata untuk semua pemegang polis anuitas pensiunan.

“Normalisasi kepentingan diterapkan untuk menghindari penyebaran negatif Karena melihat perkembangan makro ekonomi yang semakin membaik diproyeksikan minat investasi akan menurun, kata Mahelan.

Meski mendapat penolakan, pihaknya mengaku telah melakukan dialog intens melalui pertemuan antara aktuaris dari Jiwasraya dan korporasi dengan pelanggan dalam beberapa kesempatan untuk menjelaskan mengapa pengurangan manfaat cukup besar.

Baca juga: Sebanyak 91,3% nasabah bancassurance Jiwasraya dikatakan telah menyetujui restrukturisasi tersebut

Selain itu, dia juga membantah program restrukturisasi tersebut melanggar aturan. Menurut dia, semua proses restrukturisasi sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena merupakan hasil diskusi panjang antara pemegang saham, pihak berwenang, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan lembaga pengawas.

Baca:  Langkah Memilih Bank yang Baik untuk Simpanan Deposito

Setelah direstrukturisasi, kebijakan tersebut akan dialihkan ke perusahaan baru yaitu IFG Life. Rencananya proses pengalihan polis akan dimulai pada Juni 2021.

Jika tidak ada kendala, proses migrasi kebijakan dari Jiwasraya ke IFG Life dapat dilakukan pada Mei 2021, atau sesuai dengan tenggat waktu yang ditargetkan.

Guna memastikan proses migrasi portofolio ke IFG Life sudah sesuai dengan aturan, proses ini melibatkan lembaga pengawas dan pihak ketiga untuk melakukan audit terhadap kebijakan dan portofolio yang ada. jernih dan bersih.

IFG Life telah memperoleh izin OJK sebagai lembaga untuk memegang aset dan kewajiban Jiwasraya. Ke depan, perseroan akan memasarkan produk asuransi jiwa, asuransi kesehatan hingga pengelolaan dana pensiun di Indonesia.



Komentar