Bank Syariah Indonesia salurkan pembiayaan PEN Rp 8,6 triliun hingga Maret

by -24 views
Bank Syariah Indonesia salurkan pembiayaan PEN Rp 8,6 triliun hingga Maret

ILUSTRASI. Nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) antre di kantor BSI Regional XI Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/4/2021). ANTARA FOTO / Arnas Padda / yu / aww.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin memperkuat perannya dalam mendukung program National Economic Recovery (PEN). Hingga Maret 2021, realisasi penyaluran pembiayaan PEN oleh BSI telah mencapai Rp. 8,6 triliun menjadi lebih dari 60.000 nasabah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan di tengah kondisi yang menantang di tengah pandemi, terbukti perbankan syariah masih tumbuh. elastis. Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, BSI telah memberikan pembiayaan ke berbagai sektor, pembiayaan yang dijamin, dan margin bersubsidi.

“Harapannya, dukungan BSI terhadap program pemerintah ini dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi bangsa dan negara, khususnya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat,” kata Hery dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/4).

Baca:  Pendapatan premi naik, laba MSIG Life tumbuh 41,5% sepanjang 2020

Baca juga: Transaksi mobile banking BCA tumbuh 37,1% menjadi Rp 852 triliun pada kuartal pertama 2021

Khusus di wilayah Jawa Tengah, penyaluran BSI PEN tercatat sebesar Rp. 495 Miliar atau 5,7% dari total penyaluran BSI PEN secara nasional. Mayoritas penyaluran pembiayaan PEN disalurkan ke segmen konsumer (36%), UKM (23%), dan mikro (22%) dari total pembiayaan PEN.

Dengan skala yang lebih baik sebagai hasil merger tersebut, BSI berharap dapat lebih berperan sebagai pilar baru perekonomian di Indonesia. Saat ini BSI merupakan bank ketujuh terbesar di Indonesia dengan total aset Rp 239,5 triliun dan memiliki lebih dari 1.300 cabang serta lebih dari 1.700 ATM di seluruh Indonesia dengan akses yang lebih luas melalui pembukaan rekening online. on line melalui BSI Mobile.

Baca:  OJK masih menggodok aturan terkait pemasaran paydi

Dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah, BSI berupaya memperbaiki komposisi dana murah dan menguranginyamengelola pembiayaan dengan margin yang kompetitif. BSI juga berupaya untuk mewujudkan bank syariah yang inklusif dan universal, memiliki produk yang lengkap dan kompetitif, serta didukung oleh teknologi digital.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan bahwa dalam perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, lembaga keuangan syariah harus mampu bersaing dengan lembaga keuangan non syariah.

“Hal tersebut dapat dicapai melalui beberapa strategi antara lain penguatan lembaga keuangan syariah melalui peningkatan permodalan dan sumber daya manusia, pengintegrasian ekosistem keuangan syariah dengan ekosistem digital, serta peningkatan literasi keuangan syariah melalui program pendidikan dan penelitian,” kata Wimboh.

Baca juga: Mengejar target Mei, restrukturisasi Jiwasraya belum mencapai 100%

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyampaikan dukungan serupa. Ganjar menyampaikan Jateng selamat dari pandemi dengan membangun ekosistem pembangunan ekonomi berbasis pesantren, haji, masjid, zakat, wakaf, halal pariwisata dan akomodasi, halal farmasi dan kosmetika, halal food, mode halal.

Baca:  BRI siapkan Rp 36,7 triliun untuk penuhi kebutuhan uang tunai jelang Lebaran

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi mengatakan, Pemerintah sudah mengakomodir ekonomi syariah agar bisa tumbuh. Ini juga sejalan dengan tingkat kegembiraan baru tentang halal gaya hidup diminati oleh masyarakat. Kekuatan tersebut harus dijabarkan agar dapat lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia.

Sinergi perbankan syariah, pemerintah, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan penetrasi ekonomi dan perbankan syariah serta pengembangan ekosistem halal di Indonesia.



Komentar