Jangan terperangkap! ini 7 jebakan yang kerap dipraktikkan pinjaman online ilegal

by -21 views
Jangan terperangkap! ini 7 jebakan yang kerap dipraktikkan pinjaman online ilegal

ILUSTRASI. Masyarakat juga diingatkan untuk waspada dalam memilih tempat pinjaman online, karena banyak yang ilegal.

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Pinjaman online kini menjamur di Indonesia. Namun, jangan asal memilih pinjaman online. Pilihan yang salah membuat Anda terjebak dengan hutang dan ancaman.

Hal tersebut dirasakan sejumlah kalangan yang mengaku resah dengan aktivitas petugas pinjaman online (pinjol) yang disebut memaksa dan mengancam akan menyebarkan data pribadi nasabahnya. Bahkan, orang yang belum pernah mendaftar atau memberikan pinjaman juga terkena imbasnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk waspada dalam memilih tempat pinjaman online, karena banyak yang ilegal. Perlu juga dicatat bahwa mode trapping dapat menjerat peminjam.

Baca:  Bank Danamon Indonesia pasarkan tiga reksadana Manulife Aset Manajemen Indonesia

Kepala Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan pinjaman ilegal yang bisa menjebak masyarakat.

Baca juga: Maraknya pinjaman online ilegal, AFPI mendorong anggotanya untuk mendapatkan izin OJK

“Pinjaman ilegal sangat berbahaya dan bisa menjerat orang,” kata Tongam saat dihubungi Kompas.com, Minggu (2/5/2021).

Berikut 7 perangkap yang sering dilakukan oleh pinjaman online ilegal:

1. Biaya yang sangat tinggi bisa mencapai 40% dari jumlah pinjaman yang dikurangkan secara langsung.

2. Suku bunga dan denda sangat tinggi, mencapai 1-4% per hari. Biasanya tidak disebutkan dengan jelas dalam perjanjian.

Baca juga: Berikut cara melindungi pencurian data KTP untuk pinjaman online, tetap waspada

Baca:  Pensiunan BUMN tolak skema restrukturisasi Jiwasraya



Komentar