Fintek ALAMI & BPRS Sukowati Sragen kerja sama akselerasi penyaluran kredit daerah

by -55 views
Fintek ALAMI & BPRS Sukowati Sragen kerja sama akselerasi penyaluran kredit daerah

ILUSTRASI. BPRS akan menjadi penyandang dana institusi pertama di sektor BPR Syariah dengan pola channeling pada platform ALAMI

Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Wahyu T. Rahmawati

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Sukowati Sragen bekerjasama dengan perusahaan fintech P2P lending ALAM agar mampu mempercepat penyaluran kredit ke daerah. BPRS akan menjadi penyandang dana kelembagaan prima di sektor BPR Syariah dengan pola penyaluran di platform ALAMI.

“Ada potensi besar yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi perkembangan BPRS, nasabah dan ekosistem perbankan syariah secara luas,” kata Fakhruddin Nur, Direktur Utama BPRS Sukowati Sragen dalam siaran persnya, Selasa (4/5).

Saat ini BPRS Sukowati memiliki lebih dari 2.000 nasabah. Sekitar 74,87% atau 1.400 nasabah merupakan pelaku UMKM di semua sektor. Fakhruddin mengatakan, UMKM di Sragen cukup bervariasi.

Baca:  Multifinance optimistis pembiayaan multiguna bisa meningkat tahun ini

Hingga tahun 2020 terdapat 19.568 usaha di Sragen yang didominasi oleh industri makanan dan minuman sebanyak 7.436 industri makanan dan 587 industri minuman. Disusul industri kerajinan 4.305, industri kimia dan bahan bangunan 2.935, industri logam, mesin dan alat berat sebanyak 2.348, dan industri konveksi sebanyak 1.957.

Baca juga: Fintech syariah diyakini akan tumbuh di tahun 2021, ini alasannya

Diakuinya, perbandingan BPR dan BPR Syariah di Jateng masih timpang, termasuk dalam penyaluran pendanaan. “Jika dibandingkan, hingga Juli 2020 lalu, BPR telah mengucurkan pembiayaan sebesar Rp6 triliun, dimana Rp 2,4 triliun digunakan untuk modal kerja UMKM,” kata Fakhruddin.

Sedangkan penyaluran pembiayaan modal kerja baru di BPR Syariah hanya sebesar Rp. 284,7 miliar atau 57,46% dari total pembiayaan yang disalurkan BPRS sebesar Rp. 495,54 miliar. “Untuk jangka pendek kami proyeksikan 10 persen dari total Rp 172,1 miliar kredit yang beredar perbankan untuk objek pendanaan di ALAMI. Dari sini tentunya harapannya bisa terus meningkat seiring dengan evaluasi bersama, ”tambah Fakhruddin

Baca:  Sinergi dengan Modal Rakyat, BRI Agro salurkan kredit ultra mikro

Direktur Utama ALAMI Dima Djani mengatakan, kedua belah pihak bisa saling melengkapi kekurangan. Fintek dapat mendukung dalam hal teknologi, analisis risiko digital, dan akuisisi pelanggan lebih cepat. Di sisi lain, fintek juga membutuhkan dukungan untuk mengenal profil pelanggan di daerah, serta akses ke daerah yang lebih luas.

Baca juga: Nilai Pinjaman Fintech Tahun Lalu Meningkat Hingga 70%



Komentar