Meski biaya pencadangan meningkat, permodalan perbankan diklaim masih kuat

by -26 views
Meski biaya pencadangan meningkat, permodalan perbankan diklaim masih kuat

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang BNI di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (11/1). ./pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 11/01/2021

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Pandemi tersebut masih membayangi kualitas kredit perbankan di tahun 2021. Untuk menjaga kualitas kredit tetap terkendali, bankir masih melakukan backup untuk membendung potensi memburuknya kualitas kredit.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk secara konservatif membentuk cadangan devisa (CKPN) sebesar Rp 4,81 triliun pada Maret 2021 .. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, nilai tersebut meningkat 127,7% dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 2,11 triliun.

Novita menyatakan, sesuai PSAK 71, bank menyesuaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang lebih besar dari sebelumnya. Karena PSAK 71 mewajibkan perusahaan untuk melakukan backup secara berkala melihat ke depan.

Baca juga: Bank Danamon memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2021 minus 1,63% yoy

Baca:  Pintek dukung pengembangan UKM pendidikan go-digital lewat program SIPLah

“Dampak penerapan PSAK baru ini bisa mengakibatkan penurunan rasio kecukupan modal atau rasio kecukupan modal (MOBIL). PSAK 71 mengharuskan bank untuk menghitung cadangan kerugian penurunan nilai dengan menambahkan prediksi masa depan atau estimasi kerugian (kerugian yang diharapkan), ”Jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (3/4).

Kendati demikian, BNI masih mencatatkan peningkatan CAR menjadi 18,1% pada triwulan I 2021. Nilai tersebut meningkat dibandingkan triwulan IV tahun 2020 sebesar 16,8%.

“Hal ini berkat berbagai langkah yang telah kami lakukan untuk menahan tren penurunan CAR, salah satunya dengan penerbitan Catatan Subordinasi Tingkat 2 sebesar US $ 500 juta dengan bunga 3,75% per tahun untuk tenor 5 tahun, ”kata Novita.

Baca:  Pembiayaan alat berat di sektor multifinance mulai mengalami peningkatan

Ia menilai dimulainya pemulihan ekonomi akan diikuti dengan perbaikan usaha debitur sehingga jumlah debitur yang perlu direstrukturisasi akan berkurang dan bisa bergerak sendiri untuk berkembang. Maka kebutuhan BNI untuk membudidayakan CKPN akan berkurang. Dengan demikian, dimungkinkan untuk memperkuat CAR untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Baca juga: Obligasi Bank OCBC NISP memiliki peringkat idAAA

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga mencatatkan biaya cadangan pada tiga bulan pertama tahun 2021 sebesar Rp. 5,4 triliun. Nilai tersebut meningkat 55,4% yoy dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,47 triliun. Namun menurun dibandingkan kuartal IV sebesar 24,9% dari posisi Rp 7,19 triliun.


Baca:  Ini sektor-sektor yang dilirik BRI Agro untuk salurkan kredit modal kerja
Video Pilihan
-->