Untung rugi ambil pinjaman online fintech

by -25 views
Untung rugi ambil pinjaman online fintech

ILUSTRASI. Pinjaman Peer to Peer.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Kehadiran industri teknologi keuangan (fintech) peer-to-peer (P2P) lending memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi pinjaman. Proses pencairan yang cepat merupakan keunggulan yang ditawarkan oleh fintech.

Namun, keuntungan ini tampaknya tidak dibayar murah. Bunga pinjaman yang dinilai relatif tinggi kerap dikeluhkan.

Ambil contoh, salah satu pemain fintech yang terdaftar di OJK, Danain memiliki bunga pinjaman rata-rata 18% hingga 24% per tahun. Selain itu, ada juga biaya administrasi sebesar 2%.

“Karena pinjaman di Danain berdasarkan agunan emas, maka bunga pinjaman tidak tinggi, berkisar 18% – 24% per tahun, dan sejauh ini tidak ada keluhan dari peminjam,” ujar CEO Danain Budiardjo Rustanto kepada Kontan.co. id, Selasa (4/5).

Baca:  Kurs dollar-rupiah Bank Mandiri hari ini Jumat 23 April 2021, cek sebelum tukar valas

Baca juga: Fintek ALAMI & BPRS Sukowati Sragen bekerjasama untuk mempercepat penyaluran kredit daerah

Budi juga mengungkapkan penurunan bunga pinjaman bisa terjadi dengan mengikuti tren suku bunga yang ada.

“Apalagi jika beberapa bank yang menjadi pemberi pinjaman kita dalam menyalurkan pendanaan bisa menurunkan suku bunga pendanaannya,” imbuh Budi.

Perlu diketahui, tenor pinjaman di Danain maksimal 4 bulan dengan rata-rata pinjaman Rp 5 juta dan proses likuidasi yang cepat. Selain itu, pembayarannya tidak perlu dicicil, sehingga Budi berkeyakinan tidak membebani peminjam secara cash flow.

Ada pula pemain fintech lain yang sudah mendapat izin dari OJK, yakni Akseleran. Rata-rata bunga pinjaman di Akseleran adalah 19% pertahun dan rata-rata service fee 3% pertahun sehingga total suku bunga rata-rata 22% pertahun dengan tenor rata-rata 3 bulan.

Baca:  Jangan sampai jadi korban! OJK umumkan 68 bisnis gadai dan pinjol ini ilegal

“Kami masih jauh dari batas maksimal 0,8% per hari atau 24% per bulan yang ditetapkan asosiasi,” kata CEO Akseleran Ivan Nikolas.



Komentar