Bisnis asuransi jiwa mulai menggeliat pada awal tahun ini

by -17 views
Bisnis asuransi jiwa mulai menggeliat pada awal tahun ini

ILUSTRASI. Financial Advisor melayani nasabah di salah satu loket asuransi jiwa di Jakarta, Kamis (15/4). ./pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 15/04/2021.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Setelah dilanda pandemi, bisnis asuransi jiwa mulai berbenah. Dalam tiga bulan pertama tahun 2021, industri asuransi jiwa berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dari bulan-bulan sebelumnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, premi industri asuransi jiwa naik 24,77% yoy menjadi Rp 50,86 triliun per Maret 2021. Sementara itu, premi tahun sebelumnya turun menjadi Rp 40,76 triliun.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkirakan ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri. Pertama, pembelian asuransi mulai heboh di awal tahun sejak dipasarkan tahun lalu.

Baca juga: LinkAja menyerahkan bantuan untuk renovasi masjid

Baca:  Kenali Program Deposito untuk Tabungan Masa Depan Anda

“Menjual asuransi butuh waktu. Saat agen menawarkan asuransi tahun lalu, mereka belum tentu mau. Jadi pendekatan tahun lalu baru terealisasi pada awal 2021,” kata Togar, Selasa (4/5).

Faktor kedua, kemungkinan daya beli masyarakat meningkat sehingga penjualan asuransi juga meningkat. Alhasil, industri asuransi jiwa mengantongi premi yang lebih besar seiring dengan peningkatan bisnis proteksi.

Dengan kenaikan tersebut, AAJI memperkirakan premi asuransi bisa tumbuh dua kali lipat secara digital hingga akhir 2021. Karena didorong oleh program pemulihan ekonomi nasional (PEN), program vaksinasi Covid-19, pemanfaatan teknologi dalam proses bisnis dan pemasaran. selama pandemi.

Selain itu, kesadaran masyarakat tentang perlindungan diri juga meningkat saat terjadi pandemi. Selain itu, asosiasi sedang gencar melakukan edukasi untuk meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.

Baca:  Bank Mandiri dan Bali Towerindo teken fasilitas kredit Rp 700 miliar

“Namun itu semua dengan catatan jika situasi di Indonesia aman dan Covid terkendali. Kami yakin bisnis asuransi bisa lebih baik dari tahun 2020,” kata Togar.

Baca juga: AIA Financial (AIA) mencatatkan aset tumbuh 6,6% menjadi Rp 53,3 triliun pada 2020

Sementara itu, BRI Life juga membukukan pertumbuhan premi sebesar 13,88% yoy menjadi Rp 1,64 triliun pada kuartal I 2021. Perusahaan asuransi jiwa ini menargetkan premi premi sebesar Rp 5,57 triliun pada tahun ini.

“Kami yakin target penjualan 2021 akan tercapai melalui kerja keras semua pihak dan dukungan semua pihak, sehingga target tersebut dapat tercapai pada September 2021 dan akan melampauinya pada akhir tahun 2021,” ujar Marketing BRI Life dan Direktur Bisnis Anik Hidayati.

Baca:  Asuransi Aswata bayar klaim bencana hingga Rp 50 miliar

Perusahaan memiliki ambisi untuk menjadi lima besar perusahaan asuransi berdasarkan saham Pendapatan premi bruto (GWP) tahun ini dengan mengoptimalkan saluran pemasaran. Kemudian kembangkan produk yang kompetitif dan kembangkan kualitas layanan yang prima.

Tahun lalu, perseroan belum mencapai target keseluruhan karena ada jalur bisnis AJK (Asuransi Jiwa Kredit) yang terkena pandemi. Namun berkat kerja keras bersama, pencapaian tersebut dapat ditutup melalui peningkatan bisnis bancassurance.



Komentar