Dukung pembiayaan, perbankan mulai ramai rilis surat utang

by -23 views
Dukung pembiayaan, perbankan mulai ramai rilis surat utang

ILUSTRASI. Nasabah antre dengan menjaga jarak di kantor cabang Bank Mandiri, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (26/4/2021). (KONTAN / Carolus Agus Waluyo)

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Industri perbankan mulai merilis surat utang meski pandemi Covid-19 masih membayangi perekonomian. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya menerbitkan obligasi dalam mata uang Amerika Serikat (AS) dalam bentuk tingkat 2 obligasi subordinasi senilai US $ 500 juta.

“Penerbitan ini juga memperkuat permodalan kita, lebih stabil dan tidak berfluktuasi, sehingga CAR kita akan naik 120 bps. Dana hasil penerbitan utang akan digunakan untuk pembiayaan dan pendanaan perusahaan. Juga untuk menambah pilihan investasi bagi pemilik modal internasional. dengan berbagai instrumen, “kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, pekan lalu.

Baca:  HSBC Indonesia dan Allianz Indonesia perkuat kerja sama bancassurance

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, pihaknya menerima kelebihan permintaan hingga 4,4 kali lipat dari total nilai yang dikeluarkan. Selain itu, dana hasil penerbitan obligasi terutama akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan.

Baca juga: Bank Jatim (BJTM) telah memutuskan untuk membagikan dividen, ini jumlahnya

Pasalnya, penerbitan surat utang tersebut sesuai dengan bisnis bank (RBB) BNI dalam menggembirakan rasio kecukupan modal (CAR) hingga kisaran 17% -18%. “Modal akan terbantu subdebt. Jika Anda tidak menggunakannya subdebt CAR di kisaran 16%, ”ujarnya.

Sedangkan obligasi subordinasi tingkat 2 Ini adalah publikasi pertama yang dilakukan BNI dalam program Euro Medium Term Note. Melalui keputusan ini, BNI dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok pinjaman hingga US $ 2 miliar.

Baca:  Penguatan peran BPD diperlukan mempercepat pemulihan ekonomi nasional

Tak mau kalah, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga telah mendapatkan dana segar sebesar US $ 300 juta melalui penerbitan pertamanya obligasi keberlanjutan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru dan pembiayaan kembali (pembiayaan kembali) proyek lingkungan dan sosial.

Mandiri menyatakan ikatan keberlanjutan memiliki tenor lima tahun dengan kupon 2%. Direktur Tresuri dan Perbankan Internasional Bank Mandiri, Panji Irawan menjelaskan, obligasi tersebut diterbitkan ikatan keberlanjutan Bank Mandiri pertama.

Baca juga: Meski biaya provisi meningkat, diklaim permodalan bank masih kuat

Penerbitan tersebut merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang disiapkan oleh perusahaan dan memenuhi standar pedoman obligasi keberlanjutan dari Asosiasi Pasar Modal Internasional (ICMA).

Baca:  Bank Neo Commerce salurkan kredit senilai Rp 20 miliar lewat P2P lending Restock.id

Penerbitan obligasi itu, tambah Panji, juga sejalan dengan Asosiasi Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). standar obligasi keberlanjutan, standar obligasi hijau, dan standar ikatan sosial.

“Salah satu inisiatif di pilar perbankan berkelanjutan adalah pembiayaan sektor berkelanjutan, seperti energi baru dan terbarukan serta pembiayaan proyek sosial, terutama untuk segmen UMKM dan mikro, kata Panji.



Komentar