Transformasi jadi bank digital, Bank MNC bakal rights issue dan private placement

by -19 views
Transformasi jadi bank digital, Bank MNC bakal rights issue dan private placement

ILUSTRASI. Aplikasi Motion dari MNC Bank.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. PT Bank MNC Internasional Tbk akan memperkuat permodalan dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau masalah hak dan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penempatan pribadi. Ini dilakukan untuk bertransformasi menjadi bank digital.

Masalah hak akan melepas sebanyak-banyaknya 14,23 miliar lembar saham baru. Penerbitan saham baru tersebut merupakan saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau maksimal 33,33% dari modal disetor setelah pelaksanaan. masalah hak.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, manajemen perseroan berkesimpulan akan memberikan berbagai manfaat bagi kinerja bank. Pertama, memperbaiki struktur permodalan perusahaan.

Baca juga: Multi-keuangan berperan banyak dalam pembiayaan kendaraan

Baca:  Perusahaan asuransi beri perlindungan atas risiko Covid-19

Maka jumlah saham beredar perusahaan akan meningkat, sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan saham perusahaan. Selain itu Perseroan dapat mengundang investor strategis yang berminat menanamkan modalnya di Perseroan guna memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan.

Lebih lanjut, masalah hak Hal ini akan membuat struktur permodalan semakin kuat, menambah modal kerja perseroan dan dapat mendukung MNC Bank dalam hal ekspansi kredit serta mendukung transformasi menjadi bank digital. Termasuk pengembangan aplikasi digital banking “Motion” dengan mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan kartu kredit Perseroan dan SPIN (platform pembayaran digital dari MNC Group).

Selain itu, Bank MNC Internasional juga akan memegang modal tambahan tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penempatan pribadiPerseroan akan menerbitkan maksimal 2,53 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50.

Baca:  Unitlink jadi produk asuransi jiwa yang paling diminati di kanal digital

Jumlah saham yang dikeluarkan mencapai 10 persen dari seluruh saham yang disetor penuh di perseroan. Adapun dari jumlah dana yang terkumpul dari penempatan pribadi ini sekitar Rp 126,5 miliar.

Perseroan menilai PMTHMETD ini akan memberikan sejumlah keuntungan bagi perseroan, termasuk memperbaiki struktur permodalan. Selain itu, jumlah saham beredar akan meningkat yang akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.

Baca juga: Pengguna BNI Mobile Banking tumbuh 58,4% yoy di kuartal pertama 2021

Dari aksi korporasi tersebut, menurut manajemen, perseroan juga dapat mengundang investor strategis yang berminat menanamkan modalnya di perseroan guna memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan.

Dana hasil penempatan pribadi Ini juga akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan, modal kerja dan ekspansi kredit. Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk mendukung transformasi perseroan menjadi bank digital.

Baca:  Rincian biaya adminitrasi Bank BNI, suku bunga, dan saldo minimal terbaru

“Sehubungan dengan rencana implementasi PMTHMETD, perseroan tidak memiliki informasi mengenai calon investor yang akan melaksanakan PMTHMETD. Seluruh saham baru perseroan akan ditawarkan kepada seluruh pemegang saham dan publik,” mengutip keterbukaan informasi dari Bank. MNC pada Selasa (4/5).

Masalah hak dan penempatan pribadi akan dilaksanakan setelah perseroan mendapat persetujuan RUPSLB yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2021. Penambahan modal ini juga menunggu pernyataan efektif dari OJK.



Komentar