Keunggulan dan kekurangan mengajukan pinjaman tanpa agunan di perbankan

by -30 views
Keunggulan dan kekurangan mengajukan pinjaman tanpa agunan di perbankan

ILUSTRASI. Kredit tanpa agunan atau tunai KTA.

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Seiring bertambahnya kebutuhan, masyarakat mencari cara untuk memenuhi kebutuhan, salah satunya dengan mengajukan pinjaman tanpa agunan. Setiap bank memiliki program pinjaman ini dengan berbagai keuntungan.

Sebagai gambaran, Kredit Tanpa Agunan atau KTA merupakan produk pinjaman yang diberikan oleh bank tanpa mengharuskan calon debitur memberikan jaminan berupa aset atau aset seperti pinjaman bank lainnya.

Dengan begitu, calon debitur bisa mendapatkan dana pinjaman yang dibutuhkan tanpa perlu menyerahkan sertifikat rumah, BPKP, dan lain sebagainya sebagai jaminan untuk mengambil pinjaman.

Calon debitur hanya perlu memenuhi persyaratan yang ditunjukkan dengan melampirkan dokumen terkait, seperti identitas dan bukti penghasilan.

Baca:  Anak Indigo Asal India Ramalkan Virus Covid-19 Sejak Agustus 2019 hingga Sebut Detail Tanggal Berakhirnya Pandemi

Baca juga: Waspada Pencurian Data KTP untuk Pinjaman Online, Begini Cara Melindunginya

Seperti PT Bank Central Asia Tbk yang menawarkan BCA Personal Loans yaitu pinjaman tanpa jaminan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan nasabah, dimana pembayaran dapat dicicil per bulan dengan tenor yang disesuaikan dengan keinginan dan kemampuan membayar nasabah.

Executive Vice President Sekretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn mengungkapkan, hingga Maret 2021 perseroan mencatatkan pinjaman pribadi sebesar Rp. 7 miliar.

“Kami melihat di tengah tantangan pandemi yang dinamis saat ini, permintaan kredit masih dalam tahap pemulihan,” kata Hera kepada kontan.co.id, Selasa (4/5).

BCA menawarkan biaya provisi sebesar 1% dari pinjaman yang disetujui atau minimal Rp100.000 dengan biaya pembayaran kembali sebesar Rp200.000 yang hanya dapat dilakukan jika Anda telah melakukan 6 kali pembayaran angsuran, dan denda keterlambatan sebesar 0,28% per hari dari cicilan. .

Baca:  Sejumlah perusahaan multifinance siap terbitkan obligasi



Komentar