Likuiditas bank BUMN diproyeksikan masih akan longgar sampai akhir tahun 2021

by -20 views
Likuiditas bank BUMN diproyeksikan masih akan longgar sampai akhir tahun 2021

ILUSTRASI. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo (tengah) memberikan sambutan.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Likuiditas perbankan masih cukup longgar hingga akhir Maret 2020 meski ekspansi kredit sejumlah bank mengalami peningkatan. Likuiditas saat ini diperkirakan sangat memadai untuk mendukung target pertumbuhan kredit yang telah ditetapkan tahun ini.

Likuiditas yang longgar ini tercermin dari rasio kredit terhadap pendanaan atau rasio pinjaman terhadap deposito (LDR) rata-rata di bawah 90%.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) misalnya mampu mencatat LDR di bawah 90% pada triwulan I 2021 tepatnya 88,62%. Padahal secara historis bank spesialis KPR ini selalu mencatatkan LDR di atas 100%.

Baca:  Asabri raih opini WTM untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Tahun 2020

Sementara itu, kredit bank ini tumbuh pada triwulan ini sebesar 3,19%. tahun ke tahun (YoY) yang didukung oleh penyaluran kredit bersubsidi dengan pertumbuhan sebesar 9,04%. Hingga akhir tahun, Bank BTN masih optimistis bisa membukukan pertumbuhan kredit minimal 7%.

Baca juga: Untuk memulihkan perekonomian Bali, BTN menggelar kontrak KPR massal

Jasmin Direktur Distribusi & Pendanaan Ritel BTN mengatakan likuiditas akan dijaga sejalan dengan pertumbuhan kredit. Dengan kondisi likuiditas yang relatif longgar ini, perseroan akan mendorong tumbuhnya dana murah, baik giro maupun tabungan sehingga biaya dana bisa diturunkan.

“Kami akan menjaga LDR di bawah 95% agar bisa maksimal baik dari ekspansi kredit maupun penghimpunan dana,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (1/5).

Baca:  Bank DKI beri modal usaha ke purna bhakti & santunan 600 anak yatim

Dengan kondisi likuiditas yang longgar tersebut, BTN berhasil menurunkan cost of fund menjadi 3,69% pada kuartal pertama 2021 dari 5,28% pada periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir tahun, biaya dana akan dipertahankan di level 4,17%. Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan tumbuh 6% menjadi Rp 295 triliun.

Sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat LDR di level 82,5%, turun dari 84,3% di akhir tahun 2020. Bank ini memperkirakan likuiditas hingga akhir tahun masih akan kendor meskipun kredit grosir ditargetkan tumbuh 4% -5% tahun ini.

Baca juga: Kinerja Ciamik Bank BTN Terus Berlanjut, Saham BBTN Menarik Disimak

“LDR di akhir tahun diproyeksikan di kisaran 85%,” kata Sigit Prastowo, Direktur Keuangan Bank Mandiri.

Baca:  Besok ingin menabung di deposito? Cek dulu daftar terbaru bunga deposito di bank

Karenanya, pendanaan tahun ini untuk mendukung ekspansi kredit masih akan mengandalkan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sigit menilai pendanaan nonkonvensional saat ini belum mendesak.

Hanya saja jika sewaktu-waktu diperlukan, Bank Mandiri tetap bisa masuk ke pasar obligasi karena perseroan masih memiliki ruang untuk melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB).



Komentar