Jelang lebaran, satgas waspada investasi kembali temukan fintech lending ilegal

by -18 views
Jelang lebaran, satgas waspada investasi kembali temukan fintech lending ilegal

ILUSTRASI. Jelang lebaran, satgas kembali mewaspadai investasi untuk menemukan fintech lending ilegal

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Satgas Waspada Investasi dalam operasinya kembali menemukan 86 platform fintech P2P lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin. Hal tersebut berpotensi merugikan masyarakat, terlebih pada momen menjelang lebaran.

Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat semakin mewaspadai penawaran entitas fintech lending dan investasi ilegal.

Pinjaman fintech dan tawaran investasi ilegal ini masih muncul di masyarakat. Menjelang lebaran, dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat maka kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban, ”kata Kepala Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (5/5).

Tongam mengatakan, pihaknya selalu berusaha mengingatkan masyarakat sebelum menggunakannya fintech lending dan berusaha berinvestasi harus memahami legalitas perusahaan dan melihat logika penawaran keuntungan yang ditawarkan sesuai nilai wajar.

Baca:  BI sebut transaksi digital bikin penurunan peredaran uang palsu hingga 5%

“Apalagi sebelum Lebaran ini masyarakat akan mendapat THR, sehingga diharapkan tidak menempatkan dana THR pada penawaran investasi ilegal,” imbuh Tongam.

Baca juga: Jangan sampai ketahuan! Inilah 7 perangkap pinjaman online ilegal yang sering dilakukan

Menurut Tongam, saat ini juga terdapat beberapa entitas yang mengklaim memiliki perizinan atau legalitas “Jelas dan bersih” dari Satgas Waspada Investasi OJK.

“Kami tegaskan Satgas Waspada Investasi tidak ada kaitannya dengan pengelolaan perizinan atau legalitas kegiatan usaha, oleh karena itu masyarakat diminta untuk tidak ikut serta dalam kegiatan perusahaan yang mengusung nama Satgas Waspada Investasi dalam pemasarannya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, satgas juga menemukan bahwa kegiatan mengumpulkan iuran dari masyarakat dengan program Mutual Guard dari Kitabisa.com dianggap sebagai kegiatan asuransi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, sehingga harus mendapatkan izin usaha asuransi dari OJK.

Baca:  Peringati Hari Pendidikan, Ini Solusi Biaya Pendidikan Anak

Oleh karena itu, Satgas Waspada Investasi bersama dengan manajemen Kitabisa.com telah sepakat untuk menghentikan kegiatan program Mutual Safeguard sebelum mendapatkan izin kegiatan usaha perasuransian dari OJK.

Baca juga: Waspada! Ini 7 perangkap pinjaman online ilegal, jangan sampai ketahuan

Menurut Tongam, pihaknya akan terus melakukan patroli siber rutin yang frekuensinya akan terus ditingkatkan seiring dengan banyaknya temuan fintech lending dan penawaran investasi ilegal melalui berbagai jalur teknologi komunikasi di masyarakat.

Sejak 2018, Satgas telah menutup 3.193 fintech lending ilegal. Sementara itu, dari 26 entitas investasi ilegal yang ditemukan pada bulan April, di antaranya melakukan aktivitas antara lain 11 Money Games, 3 investasi Cryptocurrency tanpa izin, 1 penyelenggara sistem pembayaran tanpa izin, 2 penyedia pembiayaan tanpa izin, dan 9 aktivitas lainnya.

Baca:  Bank Hana fasilitasi green loan US$ 13 juta kepada Chandra Asri (TPIA)

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan bahwa satu entitas yang ditangani Satgas telah mendapatkan izin usaha yaitu Snack Video, sehingga aplikasi yang sempat diblokir dapat dinormalisasi.



Komentar