Tugu Insurance bukukan laba Rp 271 miliar pada tahun lalu

by -65 views
Tugu Insurance bukukan laba Rp 271 miliar pada tahun lalu

ILUSTRASI. Wisma Tugu di Jl. Hr. Rasuna Said, Jakarta.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun 2020 rupanya mempengaruhi kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (Asuransi Tugu). Tercatat, laba tahun ini dari emiten dikodekan MONUMEN Ini hanya membukukan untung Rp 271 miliar atau turun 46% yoy

Direktur Pemasaran Asuransi Migas Tugu Insurance Budi P Amir mengatakan tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan. Dia mengatakan dengan pandemi Covid-19, pelemahan ekonomi, banjir di awal tahun, penurunan ICP (Harga Minyak Mentah Indonesia), penurunan harga properti dan melemahnya pasar saham menjadi kontributor utama penurunan laba Tugu Insurance.

“Sejak pandemi, Tugu Insurance terus melakukannya perbaikan dalam proses bisnisnya terutama dengan mengimplementasikan teknologi untuk memastikan bahwa produk dan jasa yang diberikan dapat terjaga dan tidak terjadi kualitas. Kami yakin nilai ini akan menjadi pertimbangan bagi nasabah perorangan maupun korporasi ke depannya dalam memilih produk asuransi, ”kata Budi seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (5/5).

Baca:  Tingkatkan ujroh, Askrindo Syariah jalin kerjasama dengan LPDB-KUMKM

Baca juga: Asabri memberikan santunan sebesar Rp. 572,9 juta untuk keluarga Mayjen I Gusti Putu Danny

Dilihat dari posisi keuangan saat ini, total aset Tugu Insurance mencapai Rp 19,46 triliun atau turun 6,1% yoy, terutama dari aset reasuransi yang sejalan dengan penyelesaian beberapa klaim besar di tahun 2020.

Hal tersebut juga tercermin dari penurunan kewajiban yang turun dari Rp 12,5 triliun menjadi Rp 11 triliun. Sedangkan total ekuitas meningkat menjadi Rp. 8,46 triliun dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp. 8,27 triliun.

Dilihat dari Laporan Laba Rugi, total pendapatan konsolidasi Tugu Insurance mengalami penurunan sebesar 14,9% yoy menjadi Rp 2,46 triliun. Total beban konsolidasi pada tahun 2020 juga mengalami penurunan sebesar 6,21% yoy menjadi Rp 2,12 triliun sejalan dengan efektivitas dan efisiensi proses, sedangkan laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusian juga turun menjadi Rp. 149 per saham dari tahun sebelumnya sebesar Rp 258 per saham.

Baca:  Hingga Jumat (12/3), BCA Expoversary Online 2021 bukukan transaksi Rp 12,9 triliun

Saat ini Tugu Insurance memiliki rasio solvabilitas sebesar 427,68%, turun tipis dari 434,31% pada 2019. Namun, nilai tersebut masih jauh di atas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan Lembaga Keuangan Non Bank (OJK-IKNB) sebesar 120%.

Baca juga: Pendiri mengalami kesulitan keuangan, jumlah pengelola dana pensiun terus menurun

Di tengah masa sulit dan menantang, Tugu Insurance berhasil mempertahankan peringkat internasional dari AM Best selama 5 tahun berturut-turut dengan Peringkat Kekuatan Keuangan “A- (luar biasa) ”Dan Peringkat Kredit Penerbit Jangka Panjang“ a- ”dan berhasil ditingkatkan pandangandia untuk stabil pada tahun 2020 karena keberhasilannya mempertahankan kinerja yang positif.


Baca:  Meski risiko kredit naik, bank meyakini NPL tahun ini tetap terjaga
-->