Laba bersih Bank Syariah Indonesia (BSI) tumbuh 12,8% pada kuartal I-2021

by -41 views
Laba bersih Bank Syariah Indonesia (BSI) tumbuh 12,8% pada kuartal I-2021

ILUSTRASI. Pegawai berjalan di Bank Syariah Indonesia (BSI) usai dilantik di Jakarta.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan kinerja yang cukup positif pada kuartal pertama 2021 di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Penggabungan ketiga bank syariah milik negara tersebut membukukan laba bersih Rp 742 miliar, naik 12,8% secara tahunan (tahun ke tahun/ yoy).

Pertumbuhan laba bersih yang cukup baik ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dan pembiayaan perusahaan. Berdasarkan pemaparan kinerja Bank Mandiri pada triwulan I 2021, dikutip Kamis (6/6), BSI sebagai entitas anak membukukan pembiayaan sebesar Rp. 159,1 triliun. Ini tumbuh 14,7% yoy dari Rp 138,5 triliun dalam pembiayaan gabungan dari tiga bank syariah milik negara sebelum merger.

Baca:  Peringati Hari Pendidikan, Ini Solusi Biaya Pendidikan Anak

Pendapatan bank dengan kode penerbit BRIS meningkat 2,8% yoy menjadi Rp 5,12 triliun. Pendapatan fee based income dan komisi atau fee based income tumbuh 29,7% yoy dari Rp 136,1 miliar pada kuartal pertama tahun 2020 menjadi Rp 176,6 miliar.

Baca juga: BSI memberikan pembiayaan Pertashop kepada UMKM berbasis pesantren

Pendapatan fee based ini berasal dari ATM sebesar Rp. 87,31 miliar, atau tumbuh 58,9 miliar dari Rp. 54,9 miliar pada kuartal pertama tahun lalu. Dari kartu berkontribusi Rp 38,21 miliar, naik 9,8% yoy, mobile banking membukukan Rp 19,42 miliar atau tumbuh 55,1%, pembayaran naik 12,4% yoy menjadi Rp 11,24 miliar, remittance naik 11,03% menjadi Rp. 9,13 miliar dan dari sumber lain Rp. 11,21 miliar.

Baca:  Sambut Ramadan dan Lebaran, BCA siapkan kebutuhan uang kartal dan layanan digital

Selama tiga bulan pertama tahun ini, BSI berhasil menurunkan cost of fund (CoF) ke level 2,2% dari 2,9% pada periode yang sama tahun lalu. Kualitas aset bank juga semakin membaik, dimana rasio gross non-performing financing (NPF) turun ke level 3,1% dari 3,3% pada Maret 2020. Untuk mengantisipasi risiko pembiayaan, BSI membuat cadangan dengan rasio 17,5%, naik dari 89, 9% pada kuartal I tahun lalu.

Tahun ini, disiapkan tiga strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Pertama, berkembang secara sehat dan berkelanjutan. Kedua, melakukan manajemen efisiensi dan ketiga mempercepat kapasitas digital.


Baca:  Terjun ke Dunia Politik, Giring 'Nidji' Syukuran di Rumahnya
-->