Regulasi OJK mengenai fintech syariah diharapkan buka ruang inovasi dan kolaborasi

by -77 views
Regulasi OJK mengenai fintech syariah diharapkan buka ruang inovasi dan kolaborasi

ILUSTRASI. ilustrasi fintech.

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

Indonesiaonline.co.id – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang menyusun regulasi baru terkait fintech, khususnya terkait regulasi fintech syariah. Pasalnya, saat ini belum ada aturan seperti itu.

Direktur Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Tris Yulianta mengatakan aturan tersebut nantinya akan memberikan kejelasan seperti apa fintech syariah nantinya. Karena menurutnya saat ini hanya ada fintech yang menjual produk syariah tetapi belum ada fintech syariah sehingga ke depannya akan lebih jelas dan bisa bekerjasama dengan perbankan syariah.

Menanggapi rencana regulasi tersebut, Investree Syariah menyambut baik hal tersebut. CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, peluang Indonesia memimpin pasar fintech syariah sangat besar karena pangsa pasar fintech syariah di Indonesia berada di urutan kelima dengan nilai US $ 2,9 triliun.

Baca:  Meski masih tersendat, NIM tahun 2021 sudah mulai membaik

Baca juga: Pelaku fintech dompet digital secara aktif berekspansi ke bisnis pembiayaan

Dengan adanya regulasi tersebut nantinya, Adrian berharap dapat meningkatkan inovasi yang bisa dilakukan oleh pelaku fintech syariah di Indonesia.

Selain itu, Adrian juga berharap semakin banyak kerjasama dengan industri keuangan syariah lainnya seperti perbankan dan dengan ekosistem digital di Indonesia.

“Saya melihat kolaborasi ini akan mampu mengembangkan fintech syariah. Misalnya kolaborasi kita dengan ekosistem digital saat ini memiliki produk syariah yang ternyata bisa menjadi alternatif produk konvensional,” pungkas Adrian.



Komentar