Gaya

Luruskan Rambut dengan Vortine, Produk Keratin Treatment dari Bahan-Bahan Alami

INDONESIAONLINE – Rambut merupakan mahkota yang sudah seharusnya dirawat dan dijaga. Banyak perempuan melakukan berbagai cara untuk mempercantik rambutnya. Salah satunya adalah dengan meluruskannya.

Namun, produk pelurus rambut yang beredar kebanyakan adalah produk impor konvensional yang menggunakan bahan kimia mengandung formalin. Tentu ini kurang menyehatkan.

Namun, kini terdapat produk yang lebih sehat dan alami untuk meluruskan rambut. Nama produk tersebut ialah Vortine. Vortine merupakan produk ciptaan empat mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB). Mereka adalah Izzah Linatul Khariroh (Budidaya Perairan 2017), Alvu Sya’ban Al Kareem (Ilmu Kelautan 2017), dan Naufal Abiyyu (Budidaya Perairan 2016).

Vortine sendiri adalah produk keratin treatment untuk rambut dari bahan-bahan alami. Bahan dasar pembuatannya adalah bulu ayam kampung dan daun apu-apu air.

“Alasan dipakainya bahan-bahan tersebut, karena bulu ayam mengandung keratin yang sama dengan rambut manusia. Sedangkan daun apu-apu air mengandung flavanoid dan terpenoid yang bermanfaat sebagai anti ketombe dan anti oksidan,” papar Izzah.

Proses pembuatan Vortine adalah bulu-bulu ayam dan daun apu-apu air dicuci bersih, kemudian dikeringkan dan dilanjutkan dengan ektraksi dan maserasi. Produk ini sudah masuk uji coba di laboratorium kimia FMIPA UB untuk uji logam berat dan uji kandungan formalin di Dinas Kesehatan Kota Malang.

“Hasilnya, Vortine mengandung nol formalin dan kandungan logam beratnya di bawah ambang batas yang artinya aman untuk digunakan,” timpalnya.

Vortine digunakan untuk meluruskan rambut seperti di salon-salon pada umumnya. Tetapi, Vortine lebih aman penggunaannya jika dibandingkan dengan produk impor konvensional yang menggunakan bahan kimia yang mengandung formalin.

“Vortine merupakan produk modifikasi dari Provit, produk yang sebelumnya diperlombakan oleh mereka di ajang Pimnas 2019. Jika Provit sudah memiliki hak paten, Vortine ini masih dalam tahap pengembangan dan sedang dalam tahap pengurusan hak paten,” imbuh Izzah.

Karena itu, produk ini belum dapat dijual di pasaran. Namun, tim ini mengharapkan di masa mendatang, mereka bisa mengikuti pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) sehingga produk inovasi mereka bisa berkembang dan bermafaat bagi masyarakat.

Beberapa waktu yang lalu, inovasi Vortine ini mendapat penghargaan juara pertama dalam kategori Produk Inovasi Berbasis Pertanian dan Perikanan dalam ajang The 5th UTU (Universitas Teuku Umar) Awards yang diselenggarakan di Meulaboh. Pada event nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Teuku Umar yang bekerja sama dengan Kemenristekdikti ini, UB sekali lagi berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara umum.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close