Hukum dan Kriminalitas

Tiap Malam Jumat Istri Rutin Pengajian, Anak Tiri Digauli hingga Hamil

INDONESIAONLINE – Tersangka pencabulan anak di bawah umur, Suparin (42), warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, mengaku sering menyetubui anak tirinya, AP atau Mawar (13). Hal itu diungkapkan saat Polres Tulungagung merilis kasus asusila tersebut pada Senin (23/12) siang.

“Saya khilaf. Saya  melakukannya tiap malam Jumat,” kata karyawan pabrik tersebut di depan polisi.

Suparin menyetubui anak tiirinya tiap malam Jumat karena saat itu istrinya, Ropiah, rutin mengikuti pengajian. “Jika malam Jumat, istri saya tidak di rumah dan ikut pengajian. Tiap istri berangkat, saya baru melakukan (tindak asusila),” ungkapnya.

Suparin menikahi Ropiah sejak 2014 lalu. Sedangkan kelakuan bejatnya terhadap korban Mawar dimulai sejak April 2018.

Aksi cabul pertama dilakukan  Suparin saat korban Mawar mengantar neneknya ke kamar mandi. Saat itulah, Suparin menyelinap dan masuk ke kamar Mawar. Saat Mawar di kamar, Suparin merayu Mawar agar mau disetubuhi.

Setelah aksi pertama berhasil, Suparin memberikan uang sebesar 20 ribu rupiah. Dan selang dua minggu, dia membelikan HP buat Mawar seharga 800 ribu rupiah.

Setelah aksi pertama sukses, setiap malam Jumat Suparin rutin melakukan aksi bejatnya hingga akhirnya Mawar hamil tujuh bulan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, aksi Suparin diketahui saat  berusaha menyembunyikan Mawar ke Campurdarat. “Masyarakat sekitar curiga dengan bentuk tubuh korban yang berubah. Kemudian melapor ke polisi. Setelah kami lakukan penyelidikan, ternyata korban memang korban pencabulan yang dilakukan ayah tiri,” ungkapnya.

Setelah Mawar memberikan pengakuan, polisi langsung mengamankan Suparin dan mengungkap kejahatan asusila yang dilakukan sejak lebih dari satu tahun itu.

Atas perbuatannya, Suparin diancam dengan pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Hukumannya bisa ditambah sepertiga dari hukuman karena yang melakukan adalah orang tua yang seharusnya menjadi panutan bagi anaknya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close