Peristiwa

Waspada, Selain Ular Kobra, Kabupaten Malang Juga Marak “Diteror” Vespa Affinis

INDONESIAONLINE – Memasuki penghujung tahun 2019, Kabupaten Malang diteror dengan penemuan sejumlah hewan berbisa. Selain ular kobra, tawon Vespa Affinis atau yang dikenal dengan sebutan tawon ndas ini juga sering “meneror” warga Kabupaten Malang.

Kepala bidang PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran) Kabupaten Malang, Goly Karyanto, menjelaskan jika menjelang tahun 2019, permintaan warga untuk mengevakuasi hewan serangga beracun tersebut terbilang cukup tinggi. ”Hingga akhir bulan Desember, PMK Kabupaten Malang sudah mengevakuasi sekitar 10 sarang tawon ndas,” terang Goly.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah evakuasi sarang salah satu serangga berbisa tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan. ”Sepanjang tahun 2018 lalu hanya ada 3 laporan, tahun ini meningkat menjadi 10 an kasus,” ucap Goly.

Masih menurut Goly, tawon ndas ini memang memiliki kebiasaan menyerang secara berkoloni dan dengan jumlah yang banyak. Jika menyerang manusia, racun yang ada didalam sengatannya cukup untuk menyebabkan manusia yang disengat meninggal dunia.

”Tawon ndas akan menyerang jika merasa terusik, terutama saat sarangnya diserang. Jika menyengat secara bersamaan, bisa yang disengat oleh 10 atau 20 an ekor tawon saja sudah bisa menyebabkan manusia gagal jantung. Akibatnya jika tidak secepatnya mendapatkan penanganan medis, korban yang diserang bakal meninggal dunia,” terang Goly.

Pihaknya menambahkan, selain rawan serangan tawon ndas. Teror penemuan ular berbisa juga meningkat di tahun ini. Hingga penghujung 2019, PMK Kabupaten Malang sudah menerima laporan penemuan ular sebanyak 5 kasus.

”Tahun 2018 tidak ada laporan. Tahun ini meningkat, ada 5 kasus evakuasi ular. Macem-macem, pertengahan tahun 2019 kebanyakan ular kayu dan weling, kalau akhir tahun ini banyak yang melaporkan kasus penemuan ular kobra,” ungkap Goly

Untuk kasus tawon ndas, lanjut Goly, beberapa kecamatan seperti Kecamatan Gondanglegi, dan Kepanjen menjadi daerah rawan penemuan sarang tawon ndas yang membahayakan warga. ”Sarangnya biasanya kan ada di ketinggian, jadi warga kesusahan untuk mengevakuasinya akhirnya minta bantuan PMK,” sambung Goly.

Sedangkan untuk teror penemuan ular berbisa, wilayah yang paling rawan ada di Kecamatan Wagir, Kepanjen, dan Pakisaji. ”Kalau ular, permintaan evakuasi memang banyak di daerah yang dekat dengan perkotaan, seperti Kepanjen dan sekitarnya. Soalnya kalau masyarakat di pedesaan bisanya akan mengevakuasi ular sendiri, tanpa perlu bantuan kami (PMK),” terang Goly.

Maraknya teror hewan berbisa, membuat Goly menghimbau agar masyarakat tidak panik saat diteror penemuan tawon ndas maupun ular berbisa. Selain itu, kebersihan juga harus diutamakan agar hewan berbisa tersebut tidak betah hidup berdekatan dengan rumah warga.

”Proses evakuasi tawon ndas dan ular tidak bisa sembarangan, harus menggunakan alat dan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan ketentuan. Seperti misalnya pencapit, tongkat khusus, hingga pakaian dan helm anti sengatan lebah dan ular berbisa,” tutur Goly.

Bagi warga yang memang membutuhkan bantuan evakuasi tawon ndas dan ular berbisa, Goly mengarahkan agar segera menghubungi PMK Kabupaten Malang di nomor telephone 0341-346999. ”Peralatan kami masih belum memadai, namun jika ada laporan kami akan bersinergi dengan PMK Kota Malang untuk menindaklanjuti laporan warga. Baik evakuasi tawon ndas maupun ular kobra,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close