Pemerintahan

Hadiri Rakor Forkopimda di Jatim, Sutiaji Beberkan GASS

INDONESIAONLINE – Ditetapkannya status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur beberapa waktu lalu menjadikan semua wilayah termasuk Kota Malang tanggap bencana. Karena, beragam faktor cuaca saat ini tak ayal bisa menyebabkan bencana banjir, longsor dan puting beliung.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menetapkan, waktu siaga darurat bencana selama 150 hari sejak ditandatangani pada 16 Desember lalu dan berlaku untuk 37 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Untuk antisipasi bencana di setiap daerah, Forkopimda Kabupaten / Kota se Jatim sengaja dikumpulkan guna menyamakan persepsi dan strategi agar dapat mencegah dan menanggulangi bencana hidrometeorologi yang diprediksi akan mencapai puncaknya di bulan Januari sampai Februari mendatang.

“Untuk mengoptimalkan penanggulangan bencana perlu adanya upaya dukungan serta kerjasama dari seluruh pihak, karena penanggulangan bencana adalah urusan kita bersama” ujar Khofifah, dalam Rakor Forkopimda Provinsi dan Forkopimda Kabupaten/Kota Se-Jatim dalam Rangka Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Jatim, Senin (23/12).

Tercatat, pada tahun 2019 terjadi bencana angin kencang yang melanda 14 kabupaten dan 1 kota yang terdiri dari 49 kecamatan dan 110 desa di wilayah Provinsi Jawa Timur yang menimbulkan banyak kerugian. Di antaranya di wilayah Bojonegoro, Madiun, Ngawi, Mojokerto, Jember, Magetan, Lamongan, Tulungagung, Lumajang, Jombang, Situbondo, Tuban, Sampang, Malang dan Kota Batu.

Sementara itu, khusus di Kota Malang, Walikota Sutiaji tengah menggalakkan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS). Gerakan yang akan dilaunching pada 27 Desember mendatang ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya banjir dan bencana lainnya yang disebabkan oleh cuaca musim penghujan.

“Aksi nyata dari program GASS adalah dengan melakukan kerja bakti rutin setiap hari Jumat (red. Jumat Bersih) untuk menanggulangi banjir,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain mengangkat sampah dan sedimen di sungai serta aliran air, Pemkot Malang juga akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Berkaitan dengan GASS, saya perintahkan secara masif untuk edukasi dan sosialisasinya kepada masyarakat, termasuk dalam aksi di lapangan nanti,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close