Serba-Serbi

Kampanyekan Go Green, Pohon Natal Dibuat dari Bahan Daur Ulang

INDONESIAONLINE – INDONESIAONLINE – Beragam cara dilakukan untuk menyemarakkan perayaan Natal. Salah satunya yang biasa dilakukan yakni menghias pohon Natal.

Jika biasanya pohon Natal dari pohon cemara dengan berbagai hiasan bola lonceng, permen, boneka Santa Claus lucu, kaus kaki, terompet, bintang, dan hiasan lainnya, berbeda dengan di salah satu gereja di Kota Malang. Gereja itu menyuguhkan pohon Natal dengan kreasi dari bahan daur ulang.

Ya, pohon Natal dari bahan daur ulang itu tepatnya di GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Kedungkandang. Menyambut perayaan Natal, ada 5 pohon yang ditampilkan dengan kreasi berbahan daur ulang. Bentuknya tak kalah keren dengan pohon Natal pada umumnya.

Ketua panitia GKJW Kedungkandang Yohanes Krisdianto mengatakan, kreasi pembuatan pohon Natal tahun ini sekaligus mengajak masyarakat dan jemaat di wilayah GKJW Kedungkandang mengampanyekan go green. Jadi, produk-produk limbah bisa dipilah untuk menghasilkan kreasi yang menarik.

“Sebetulnya sebagai salah satu kempanye go green. Jadi, dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari ini kan dianjurkan harus menggunakan bahan-bahan yang bersifat ramah lingkungan. Khusus perayaan Natal ini, kami mengambil bahan-bahan daur ulang. Dan itu tidak berbatas botol plastik. Kertas bisa, kain juga bisa,” ungkapnya.

Hasilnya, pohon-pohon Natal daur ulang tersebut lebih terlihat berkilau.  Itu lantaran pancaran dari plastik bekas seakan membawa suasana Natal di GKJW Kedungkandang lebih meriah.

Yohanes menambahkan, kreasi pohon Natal berbahan daur ulang tersebut baru pertama dibuat. Para jemaat dilibatkan untuk membuat kreasi sekreatif-kreatifnya.

“Ini baru pertama. Sebelumnya ya kami menghadirkan pohon cemara yang sudah berhias itu. Dan di sini kami melibatkan semua jemaat. Mereka berkreasi secara kreatif untuk menhadirkan pohon Natal ini,” imbuhnya.

Nah, ke depan kreasi pohon Natal dengan bahan daur ulang ini bakal dilanjutkan dalam perayaan Natal tiap tahun. Apalagi, menurut Yohanes, dengan menggaungkan konsep ini, biaya untuk perayaan Natal juga lebih murah. Sebab, jika membeli pohon Natal yang sudah jadi, harganya bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Yang jelas prinsip utama kami go green dan ini hemat biaya. Kami membuat satu pohon ini maksimal hanya Rp 200 ribu. Biasanya kan kami beli itu mencapai Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Ini kami lebih bersahabat dengan alam dan lebih praktis. Iya, ke depan kami maksimalkan. Tentu dengan konsep yang lebih kreatif lagi,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close