Olahraga

Sabet Juara EURO Futsal Championship 2019, JCI Malang Terbang ke Negeri Sakura

INDONESIAONLINE – Setelah kerja keras dan melewati proses yang cukup panjang, Juventus Club Indonesia (JCI) Chapter Malang berhasil meraih Juara 1 dalam Euro Futsal Championship 2019 belum lama ini.

Para Juventini asal Kota Malang ini mampu membuktikan diri menjadi yang terbaik. Tak kurang dari 400 tim se-Indonesia yang berpartisipasi dalam turnamen antar fans club liga Eropa yang ada di Indonesia tersebut.

Babak grand final digelar di Jakarta dan diikuti oleh 12 tim yang berhasil melaju dari fase penyisihan district, area, dan regional di 21 kota di Indonesia.

Berkat raihannya, JCI Malang mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 10 juta. Tak hanya itu, mereka juga akan terbang ke Negeri Sakura untuk latih tanding melawan klub profesional di Jepang, Bardral Urayasu.

“Selain mendapat uang tunai, kita ada kesempatan juga buat latih tanding lawan satu klub profesional yang ada di Jepang, namanya Bardral Urayasu. Kita ada uji coba di situ,” ujar Briand Fergie, selaku Manager JCI Malang.

14 orang (12 pemain dan 2 official) dari JCI Malang ke Jepang mulai 23 hingga 26 Januari 2019.

Briand mengungkapkan, ini kali pertama JCI Malang meraih juara pertama dalam Euro Futsal Championship. Tahun 2018, JCI Malang meraih peringkat 3 nasional. Sementara pada tahun 2017, JCI Malang tidak mengikuti event tersebut.

“Ini tahun ketiga turnamen diadakan. Tahun pertama juara pertamanya hanya mendapat uang tunai. Tahun kedua mendapatkan uang tunai dan jalan-jalan ke Bali. Tahun ketiga dapat uang tunai sama jalan-jalan ke Jepang.  Dan di Jepang kita nggak cuma jalan-jalan. Tapi kita ada sparring dengan klub profesional yang ada di sana,” bebernya.

Selama pertandingan, terdapat dua lawan paling sulit bagi JCI Malang, yakni Milanisti Sidoarjo dan Pena de Real Madrid Indonesia (PRMI).

“Pertama, final di Surabaya kita kalah adu penalti itu sama Milanisti Sidoarjo. Itu salah satu lawan yang paling susah. Terus yang waktu di final kemarin yang lawannya oke banget itu PRMI. Kita juga nggak bisa ngegolin. Untungnya kita nggak kebobolan. Akhirnya pertandingan berlanjut ke penalti dan Alhamdulillah keberuntungan ada di pihak kami,” ungkapnya.

Briand menyatakan, dua hal membuat JCI Malang meraih keberhasilan ini ialah berkat kerja keras tim dan campur tangan Tuhan.

“Yang jelas kerja keras para pemain. Dan yang paling penting sih dari semuanya adalah campur tangan Tuhan karena kita banyak banget dibantu oleh keberuntungan sampai kita juara kemarin,” ucapnya.

Anggota JCI Malang sendiri saat ini berjumlah sekitar 400 orang yang ada di database. Namun, yang aktif sekitar 100 orang. Kegiatan utama yang dilakukan adalah nobar dan bermain bola atau futsal.

“Kalau misalkan ada rezeki kita ada charity. Biasanya kita collabs (kolaborasi) sama fans club fans club lain di Malang,” imbuhnya.

Ke depannya, Briand menyatakan, JCI Malang akan kembali lagi mengikuti turnamen. September 2020 seleksi akan dimulai.

“Tahun depan kita harus lolos ke grand final. Karena fasilitas yang kita dapat di grand final itu luar biasa. Kita banyak dapat fasilitas yang oke oke banget yang setahun sekali nggak papa lah menikmati taraf pertandingan sepak bola yang levelnya tinggi yang disiarin ke seluruh Indonesia dan banyak orang bisa lihat via streaming,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close