Pemerintahan

Blanko e-KTP Terbatas, Tak Cukup Fasilitasi Warga Kota Malang

INDONESIAONLINE – INDONESIAONLINE – Permintaan e-KTP bagi warga Kota Malang rupanya tidak dapat terpenuhi secara maksimal. 

Catatan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, setidaknya ada 34.788 ribu warga yang saat ini harus menggunakan surat keterangan (Suket) lantaran terbatasnya jumlah blanko e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny menyatan penyebab dari kurangnya hal tersebut, karena keterbatasan distribusi blanko e-KTP dari pusat ke Kota Malang. 

Padahal, setiap harinya Dispendukcapil menerima permintaan blanko e-KTP baru dari sekitar 400-450 warga.

“Per bulan itu kita hanya dipasok 500 keping blanko, sedangkan seharinya saja ada sekitar 400-450 warga yang datang untuk mengurus blanko e-KTP. Hal ini yang kemudian akhirnya warga harus menggunakan Suket itu,” ujarnya.

Apalagi, dari ketentuan pemerintah pusat ia menjelaskan ada aturan prioritas nagi penerima blanko e-KTP untuk tiga kriteria masyarakat tertentu. 

Yakni, bagi masyarakat usia pemula, kemudian untuk siswa atau mahasiswa yang akan menempuh studi ke luar negeri, yang terakhir bagi mereka yang akan bekerja ke luar negeri.

Sedangkan bagi masyarakat yang sedang mengalami proses pembenaran nama atau alamat, proses e-KTP karena hilang atau rusak tidak masuk dalam daftar prioritas tersebut. 

Karenanya, ia meminta masyarakat pemegang Suket saat ini yang belum bisa mendapatkan blanko untuk lebih bersabar. 

“Berdasar pada surat edaran yang diberikan oleh Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, ada tiga kriteria yang diprioritaskan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika pemenuhan blanko e-KTP sendiri bergantung sepenuhnya dari regulasi pusat. 

Sehingga warga Kota Malang diminta untuk memahami situasi dan kondisi terkait penyediaan blanko e-KTP saat ini.

“Kalau untuk yang perubahan identitas atau alamat, hilang, rusak, itu menggunakan Suket, yang bobotnya sama dengan e-KTP. Hanya harus diperbarui selama 6 bulan sekali,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close