Kesehatan

Tanggulangi HIV/AIDS, Dinkes Kota Malang Rutin Sosialisasi dan Beri Pendampingan di Tiap Kelurahan

INDONESIAONLINE – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Malang masuk peringkat ke dua se Jawa Timur. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tercatat sebanyak 4000 pasien penderita HIV/AIDS.

Sayangnya kesadaran pasien untuk berobat cukup minim. Karena, baru 1.449 saja yang rutin melakukan Antiretroviral Therapy (ART). Upaya untuk mengajak penderita HIV/AIDS untuk mau berobat juga terus digencarkan. Apalagi, di Kota Malang sudah tersedia fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani khusus itu.

Seperti, di Puskesmas Dinoyo, Puskesmas Kendalsari, RS Saiful Anwar, RSI Unisma, dan RST Soepraoen. Bahkan, Dinkes Kota Malang menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk pendampingan pengobatan bagi penderita penyakit ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menjelaskan banyak faktor yang menjadikan pasien HIV/AIDS tidak mau berobat atau menghentikan pengobatan di tengah jalan. Salah satunya, hilangnya kepercayaan diri karena ada diskriminasi lingkungan sekitar dan minimnya dukungan dari keluarga. 

“Faktor lingkungan ini yang akhirnya menjadikan penderita HIV/AIDS menghentikan pengobatan. Yang awalnya sudah berobat, tiba-tiba menghilang di bulan ke dua dan tidak mau datang kembali,” ujarnya.

Padahal, idealnya penderita penyakit ini harus mengkonsumsi obat Antiretroviral (ARV) dan melakukan kontrol sebulan sekali untuk melihat keluhan dan pemeriksaan secara klinis. Namun, tingkat kesadaran masyarakat dinilai masih minim.

Nah, salah satu upaya Dinkes Kota Malang agar pasien mau mengakses ARV yaitu dengan melakukan layanan satelit melalui puskesmas-puskesmas. Dimana, akan ada petugas yang siap melakukan diagnosa awal. Kemudian, melakukan pendampingan dengan menempatkan LSM Warga Peduli AIDS di masing-masing kelurahan di Kota Malang.

“Dengan begitu nantinya pasien akan mendapatkan akses pengobatan yang mudah hingga proses pemeriksaan. Kemudian juga ada pendampingan dari LSM secara moril. Lalu sosialisasi juga terus dilakukan dengan berkolaborasi baik pemerintah hingga masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close