Pendidikan

Atasi Masalah Minyak Jelantah, Siswa SMP PGRI Desa Paras Temukan Mesin Penjernih

INDONESIAONLINE – Para Siswa SMP PGRI Desa Paras Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, menorehkan prestasi yang cukup membanggakan. Ketika masyarakat masih cenderung kebingungan dengan limbah minyak jelantah yang terus menumpuk, mereka berhasil membuat sebuah  mesin penjernih minyak jelantah yang cukup simple.

Banyak masyarakat yang berharap bahwa mesin oil refined machine karya smp pgri ini, nantinya akan menjadi salah satu solusi alternatif mengatasi masalah minyak jelantah.  

Penemuan yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat setempat ini  dirancang secara bersama sama dari 45 siswa menjadi 5 kelompok, dan semua ini tak lepas dari Program Bimbingan Belajar yaitu cv. Techad atau  MadrasahTechad.sch.id  yang terletak di Desa Paras, Karangnongko, Poncokusumo, kabupaten Malang, sebagai Aktivitas rancang bangun pembuatan teknologi manufaktur,  

Ini adalah lokasi pertama yang nantinya diharapkan ada cabang-cabang lain di berbagai daerah yang berbeda prioritas kami adalah sekolah di pedesaan ” kata Pak.kusnadi selaku manager cv. techad

Dalam menjalankan programnya, cv. Techad akan membangun kolaborasi dengan sekolah atau kelompok belajar yang berada di Malang dan sekitarnya. Oleh karena itu, cv. techad ini bukan merupakan tempat belajar formal, melainkan non-formal.

Artinya, cv. techad hanya akan memberikan pelatihan terhadap dunia teknologi tersebut dan tidak akan mengajarkan hal lain. Oleh karena itu, cv. techad cenderung bergerak untuk menjalin kerja sama pada sekolah yang sekiranya membutuhkan media penunjang pengenalan teknologi.

Disadari atau tidak, cukup banyak sekolah yang kekurangan media untuk pengajaran dunia teknologi. Hal inilah yang membuat sekolah-sekolah di Indonesia cukup ketinggalan dengan sekolah di negara lainnya.

  Apa yang dilakukan oleh siswa SMP PGRI tersebut adalah sebuah awal langkah maju dalam bidang teknologi. Pembuatan mesin tersebut membuat namanya dikenal orang banyak dan mendapatkan berbagai apresiasi dari pihak terkait. Diharapkan, keberhasilan ini bisa memicu siswa lainnya untuk berkarya dan menjadi inovator di kalangan masyarakat.  

Kehadiran Bimbel cv. Techad ini bukan tanpa alasan dan tanpa urgensi apapun. Hadirnya Program ini sebagai bentuk usaha mengenalkan teknologi pada anak sejak dini adalah inspirasi dari program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yang baru.

Untuk menghadapi persaingan global yang semakin tinggi, Nadiem Makariem memberikan instruksi pada sekolah-sekolah untuk memasukkan pengenalan teknologi sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan. Instruksi ini cukup tepat untuk membiasakan para siswa bergelut dengan hal teknologi sejak dini. Namun, masalahnya, tidak setiap sekolah memiliki akses pada teknologi yang lengkap.

Sumber Informasi www.MadrasahTechad.sch.id

Show More

Related Articles

Back to top button
Close