Peristiwa

Fasilitasi Lihat Gerhana dengan Teleskop, UIN Malang Tepis Beragam Mitos

INDONESIAONLINE – Bagi sebagian masyarakat, gerhana matahari kerap dikaitkan dengan berbagai mitos. Salah satunya, gerhana matahari disebabkan raksasa yang menelan matahari. Mitos lain, jika nekat melihat gerhana, bisa menyebabkan mata buta.

Selain itu, selama langit gelap karena gerhana, setiap orang wajib terus terjaga, tidak boleh tidur. Ini mengacu kepada ungkapan Jawa, yakni sopo sing leno bakale keno (siapa pun yang terlena pasti terkena). Artinya, setiap orang harus waspada jika tidak ingin terpapar dampak gerhana.

Bagi perempuan yang sedang mengandung, sebagian orang Jawa meyakini gerhana dapat berakibat fatal. Janin dikhawatirkan lahir tidak sempurna.

Pembina Ulul Albab Astronomi Club (UAAC) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Rusli beranggapan fenomena gerhana matahari hanyalah sekadar fenomena alam biasa yang ada setiap tahun.

Dan kini, sudah banyak masyarakat yang tak lagi termakan mitos-mitos tersebut. Sebab, manusia sudah berevolusi dari pemikiran mistis ke sainstis.

Pembina Ulul Albab Astronomi Club (UAAC) UIN Malang Rusli. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

“Mitos itu mungkin bisa dijadikan kearifan lokal. Tidak ada salahnya. Tidak ada jeleknya. Tapi kita kan sebagai manusia yang hidupnya di zaman milenial, saat fenomena kayak gini, eman-eman sampai sembunyi di kolong tempat tidur,” ucap Rusli.

Bertempat di depan Masjid At-Tarbiyah UIN Maliki (Kamis, 26/12/2019), UAAC memfasilitasi orang-orang yang ingin melihat fenomena gerhana matahari dengan dua teleskop. Satu berbentuk teleskop besar disertai remot. Sedangkan teleskop kedua adalah teleskop manual. UAAC UIN Malang juga menyediakan kacamata-kacamata 3D.

Rusli menegaskan, saat terjadi gerhana, masyarakat tidak masalah jika berada di luar rumah. “Sebenarnya mau berada di luar, mau berada di dalam rumah, sama saja,” tegas dosen fisika Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Malang tersebut.

Rusli menambahkan, saat gerhana matahari, umat Islam juga disunahkan salat gerhana matahari atau yang disebut salat Kusuf. “Itu ada landasannya. Dijelaskan oleh Rasulullah, kalau terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan, disunahkan untuk salat gerhana,” katanya.

Salat khusuf dilakukan saat gerhana bulan. Sedangkan salat Kusuf dilakukan saat gerhana matahari.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close